JAKARTA, Beritasatu.com – Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia karena mencakup 97 persen angkatan kerja dan berkontribusi 61 persen terhadap perekonomian negara.

Read More : Arus Mudik Lebaran 2025: Lingkar Gentong Terpantau Lenggang

Menanggapi hal tersebut, mantan Menteri Perdagangan Engartiasto Lukita menilai pentingnya peran perbankan dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan dan permodalan kepada pelaku UMKM.

Ia mengatakan, pengusaha kecil dan menengah akan lebih mudah mengembangkan usahanya jika memiliki akses permodalan dari Bank Nasional. Alasannya adalah rendahnya suku bunga karena subsidi pemerintah.

“Ada kelonggaran bagi bank pemerintah untuk memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) karena disubsidi oleh pemerintah,” kata Engartiasto pada Konferensi Nasional Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Jumat. 8/2024)

Meski demikian, Enggartiasto mengingatkan pelaku UMKM bahwa KUR bukanlah pemberian cuma-cuma melainkan pinjaman berbunga rendah untuk digunakan.

“Itu pinjaman, bukan hadiah, tapi fasilitas besar dengan bunga murah yang diberikan pemerintah. Belum lagi itu hanya setengah persen terakhir dari sudut pandang pajak,” ujarnya.

Read More : Pendapatan Telkomsel Tumbuh 29,9 Persen, Ini Pendorongnya

Bukan hanya sektor permodalan, yang terpenting adalah bagaimana pemerintah dapat mempengaruhi persaingan dan membuka akses pasar yang lebih luas untuk mendorong pertumbuhan UMKM.

Sementara di sisi lain, pelaku UMKM perlu beradaptasi dan tidak hanya melihat peluang. Apalagi dengan berkembangnya teknologi dan digitalisasi. Misalnya saja kerjasama dengan ritel dan pasar modern.

Beliau berkata, ‘Memang benar bahwa tidak hanya keuangan saja yang dibutuhkan, namun modal juga diperlukan, namun pemasaran juga penting untuk membuka akses terhadap pasar.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *