Tangerang, Beritasatu.com – Ketua Pengurus B-Verselem Engartiasto Lukita mengatakan, program pendidikan di Indonesia harus dinamis, namun tidak boleh terjadi perubahan besar sekaligus. 

Read More : KPK Periksa Mantan Dirjen Imigrasi Ronny Sompie Terkait Kasus Hasto Kristiyanto

Hal itu diungkapkannya saat Focus Group Discussion (FGD) B-verselem di Kantor B-verselem Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, Banten pada Selasa (12/11/2024) dengan topik “Menghalangi Sistem Pendidikan Indonesia”. . ).

FGD B-verselem juga dihadiri oleh Ketua Pelaksana B-verselem Engartiasto Lukita, Inspektur Pendidikan Darmaningtyas, Psikolog Anak dan Remaja Vera Itabilina Hadiwijojo dan Manajer PGRI Jakarta Dadi Ardiansia.

“Kami sudah punya psikolog khusus anak kami (Vira Itabilina Hadiwijojo), yang juga mengingatkan, ya (kurikulumnya) harus dinamis, tapi tidak perubahan radikal,” kata Enggartiasto.

Kalau kurikulumnya statis dan tertutup, maka tidak bisa beradaptasi dengan kebutuhan industri, ujarnya. “Kebutuhan ekonomi kami dan kebutuhan sehari-hari kami.”

Enggartiasto meyakini dunia bisnis, industri, dan perdagangan saat ini sedang mengalami perubahan yang sangat besar dan cepat. Hal ini diharapkan dengan kurikulum yang dinamis.

“Jika kita tidak menunggu, pendidikan tidak berpikir demikian, maka Indonesia Emas akan menghadapi masalah pada tahun 2045,” kata Enggartiasto.

Enghartiasto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap pendidikan, terbukti dari pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti dan Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Satrio Soemantri Brojonegoro.

Read More : Kasus Perundungan di Ponpes Darul Quran Kampar, Polisi Limpahkan Berkas ke Kejaksaan

“Kami mendukung berbagai pernyataan Menteri Pendidikan Dasar dan Menteri Pendidikan Tinggi yang menantikan kemajuan atau situasi saat ini,” kata Enggartiasto.

Enggartiasto bersyukur atas penunjukan kedua Menteri Pendidikan ini yang lebih memahami dirinya dibandingkan Nadiem Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) periode 2019-2024.

Saya bersyukur ada menteri pendidikan tersendiri. Karena mereka lebih memahami situasi pendidikan dibandingkan menteri-menteri sebelumnya, ujarnya seraya menegaskan sekali lagi bahwa rencana pendidikan di Indonesia harus dinamis.

 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *