Jakarta, Beersat.com – Direktorat Direktorat Kriminal Siberia, Baresim Polri, sedang mempelajari tiga ponsel di mantan Ngade Polry, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaya. Perangkat ini dilaporkan digunakan untuk merekam dan menyebarkan video tidak bermoral.

Read More : Hubungan Jokowi dan Prabowo Dikabarkan Tak Harmonis, Istana: Di Mana Keretakannya?

Studi ini adalah studi tentang kejahatan terhadap tiga anak di bawah umur dan kekerasan seksual untuk orang dewasa. Direktur Penelitian Kriminal dalam Penelitian Penelitian Kriminal, Jenderal Himawan Baya Aji, hasil pemeriksaan digital forensik yang segera ia katakan setelah mempelajari tiga fasilitas.

“Kami masih menunggu hasil lengkap dari tiga ponsel ketika kami melihat kapasitas penyimpanan yang tinggi. Setelah hasil yang lebih tinggi, kami akan segera mentransfernya,” kata Himawan, Kamis (03/03/2012).

Selain itu, para ilmuwan juga menonton polisi Ngada AKBP Fajar, apakah polisi utama telah memperoleh perpanjangan isi pornografi. “Kami menyaksikan aliran dana dan mencari bukti tentang kemungkinan keuntungan dari kegiatan ilegal ini. Kami akan mentransfer hasilnya setelah penyelidikan,” tambah Himawan.

Polisi Nasional secara resmi memberlakukan bantuan kehormatan (PTDH) terhadap AKBP Fajar Widyadharma. Pada pertemuan Komisi Etika Kepolisian Nasional (KKEP), pelanggaran serius ditemukan ketika mereka berhasil sebagai Kepala Polisi Ngada. Brigadir Trunoyudo Geneisme Umum, Kantor Informasi Komunitas (Caropenma), AKBP Fajar membuktikan bahwa ia telah melakukan beberapa pelanggaran serius, termasuk pelecehan seksual pada usia anak -anak. Video toko pelecehan seksual, meningkatkan dan menyebarkan anak -anak

Read More : Praperadilan Ditolak, Hasto Kristiyanto Pertimbangkan Langkah Hukum Baru

“Berdasarkan temuan ini, pertemuan KKEP memutuskan untuk melepaskan AKBP Fajar Widyadharma dari polisi,” kata gedung TNCC di markas polisi nasional di Jakarta, Senin (13 Desember 2012).

Kasus Polisi Umum Ngada terus memperhatikan publik sebagai posisi AKBP Fajar sebagai agen penegak hukum yang harus melindungi warga negara. Polisi Nasional berjanji bahwa anggota polisi berkomitmen untuk mempertahankan integritas lembaga terhadap pelanggaran hukum.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *