Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia terus tumbuh pesat di tengah penutupan perekonomian global dan krisis pasar keuangan. Pada triwulan I tahun 2024, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,11% year-on-year, terutama disebabkan oleh permintaan dalam negeri dan dukungan APBN. Keberhasilan pertumbuhan tersebut berdampak positif pada penurunan tingkat pengangguran terbuka (OTR).

Read More : Elon Musk Diprediksi Menjadi Kuadriliuner Pertama di Dunia pada 2027

“Di tengah ketidakpastian global, perekonomian Indonesia terus menunjukkan stabilitas yang dibuktikan dengan kinerja pertumbuhan pada kuartal I tahun 2024. Kualitas pertumbuhan juga meningkat signifikan karena lapangan kerja yang kuat. TPT dapat ditekan hingga di bawah level sebelum pandemi,” kata dia. Sri Mulyani. kata Indrawati dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (5/6/2024).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (KSK), pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11 persen pada triwulan I 2024. Berdasarkan produk domestik bruto (PDB) triwulan I tahun 2024, perekonomian Indonesia mencapai $5.288,3 triliun pada triwulan I tahun 2024 atau $3.112,9 triliun pada harga konstan. Dibandingkan triwulan tersebut, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan sebesar 0,83 persen. pada kuartal pertama tahun 2024.

Ia mengatakan banyak risiko yang harus dihadapi ke depan, antara lain masih belum pastinya arah kebijakan The Fed, meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan, serta terganggunya rantai pasok global. masih pulih sepenuhnya.

Untuk mencegah berbagai dinamika global tersebut, kerja sama dan koordinasi dengan otoritas lain, khususnya dengan lembaga keuangan dan sektor keuangan, akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas perekonomian negara.

Pemerintah terus memantau dan mengkaji potensi dampak dinamika global terhadap kondisi perekonomian dan fiskal dalam negeri. APBN optimal sebagai shock absorber untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan ekonomi.

“Ke depan, APBN akan dioptimalkan untuk menjaga stabilitas perekonomian, mendorong pertumbuhan pesat, dan menciptakan lapangan kerja,” jelas Shri Mulyani.

Read More : BRI Terima Penghargaan Community Empowerment & Development pada Anugerah ESG Republika 2024

Di sisi lain, Ekonom Bank Danamon Irman Faiz mengatakan melemahnya permintaan global mendukung pertumbuhan negatif ekspor Indonesia pada kuartal I-2024, yang diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2024.

Oleh karena itu, kami memperkirakan pertumbuhan PDB akan melambat ke tingkat tahunan sebesar 4,9% pada kuartal kedua tahun 2024 dan meningkat sebesar 5% pada tahun 2024,” kata Irman.

Peningkatan pertumbuhan pada kuartal pertama tahun 2024 terutama disebabkan oleh faktor-faktor yang hanya terjadi satu kali saja seperti pemilu, Ramadhan di bulan Maret tahun ini dibandingkan bulan April tahun lalu, dan percepatan jaminan sosial.

“Ke depan, pertumbuhan domestik mungkin akan menghadapi suku bunga yang tinggi dan berkepanjangan, sehingga dapat semakin melemahkan permintaan global dan domestik,” tutup Irman.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *