Jakakarta, Beritasatu.com – Pemerintah berencana untuk memperkuat impor barang dari Amerika Serikat (AS), salah satunya adalah barang makanan. Ini dilakukan untuk mengurangi perbedaan antara keseimbangan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dianggap jauh.

Read More : Ratusan Rumah di Bangka Barat Terendam Banjir, 3 Kecamatan Terdampak Parah

Sementara itu, pengurangan lembar perdagangan Indonesia adalah salah satu upaya pemerintah, sehingga Amerika Serikat siap melonggarkan kebijakan tarif timbal balik.

Direktur Ekonomi Pusat Ekonomi Digital dan Hukum Studi (Selios) Nailul Yehuda mengungkapkan, upaya yang dilakukan oleh Indonesia mengenai volume ekspor adalah langkah yang baik. Namun, pilihan artikel harus selektif, tidak mengganggu ekosistem makanan negara.

Untuk produk biru, Nailulul sangat setuju apakah volume ekspor ditingkatkan oleh Amerika Serikat. Karena biru tidak dapat diproduksi dengan baik di negara ini. Kemudian, untuk barang -barang lain, yaitu kedelai, yang disebut konsumsi konsumsi negara masih tergantung pada impor.

“Jika biru itu benar, itu tidak dapat menghasilkan rumah. Jadi, benar -benar jika biru masih tergantung pada impor,” kata Nail dalam investor harian, Jumat (4/18/2025).

Nail juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah melaporkan bahwa mereka tidak mengecualikan kemungkinan melakukan kegiatan impor ke produk kebun lainnya. Dia juga ingat pilihan barang untuk selektif.

Misalnya, jagung, barang -barang yang produksinya sebenarnya dapat memperkuat domestik.

“Kita harus berhati -hati tentang impor hortikultura lain yang benar -benar jika kita lihat dalam pernyataannya, itu masih tidak mengecualikan kemungkinan mengimpor produk pertanian AS, kecuali untuk gandum,” kata Nailul sehubungan dengan impor makanan AS.

“Jagung dan sebagainya dapat berupa produk dalam negeri. Ini seharusnya tidak menjadi prioritas untuk impor dari Amerika ke Indonesia,” jelasnya.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Indonesia meningkatkan volume impor banyak produk dari Amerika Serikat, salah satunya adalah barang makanan. Namun, ini tentu saja tidak mengganggu produksi dalam negeri dan hanya makanan yang efisien.

Read More : 5 Zodiak yang Paling Cocok dengan Aries dalam Hubungan Asmara

Koordinasi Menteri Urusan Ekonomi (Menteri Koordinasi Urusan Ekonomi) mengungkapkan Erlangga Hartharto, sejumlah jenis artikel yang diimpor dari Amerika Serikat adalah tanaman biru dan kedelai.

“Terutama untuk makanan kami yang diimpor seperti yang dilakukan di Amerika Serikat, kami mengimpor gandum. Lalu, yang kedua, kacang kedelai dan kacang kedelai,” kata Airlangga pada konferensi pers online pada hari Jumat (4/18/2025).

Dalam keberadaannya, Airlangga menjamin bahwa itu tidak akan mengganggu program independensi yang diprakarsai oleh Presiden Prabo Subajanto. Karena sejauh ini, kemajuan konsumsi kedelai dan biru di Indonesia sangat tergantung pada impor.

“Kami tidak akan ikut campur dalam program independensi, jadi hanya -ekstensi sama sekali tidak kesal dengan apa yang direncanakan untuk dibeli dari Amerika Serikat,” jelas Airlangga.

Berdasarkan hasilnya, Indonesia sering mengimpor kedelai dan gandum dari Amerika Serikat, Australia, di Ukraina. Hanya di masa mendatang dari impor dari Amerika Serikat yang akan ditingkatkan lebih lanjut.

“Jadi, kami hanya melakukan transfer alih -alih mengimpor bahan baku ke AS,” pungkasnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *