Jakarta, Beritasatu.com – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dibuka kembali pada Selasa (16/04/2024) setelah libur Idul Fitri dan cuti bersama pada 8 April hingga 15 April 2024.

Read More : Thomas Djiwandono: Kepala Daerah Jadi Ujung Tombak Transparansi Dana Desa

Terhitung mulai perdagangan bursa pada 16 April 2024, terdapat dua perusahaan yang dijadwalkan mencatatkan saham perdananya di BEI. Kedua perusahaan tersebut adalah PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) dan PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI).

Saham anak usaha PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) tercatat di papan pengembangan BEI. ATLA akan menjadi perusahaan ke-21 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.

ATLA beroperasi di sektor energi termasuk sub-industri jasa dan peralatan minyak, gas dan batubara. Harga penawaran umum perdana (IPO) saham ATLA adalah Rp 100 per saham.

Jumlah saham tercatat sebanyak 6.199.500.000 lembar saham sehingga kapitalisasi pasarnya Rp 619,95 miliar.

Jumlah saham yang diterbitkan melalui mekanisme IPO sebanyak 1,2 miliar lembar saham. Sedangkan saham yang dipesan saat IPO mencapai 33,51 miliar lembar berdasarkan data situs BEI atau kelebihan permintaan sebanyak 27,93 kali.

Kegiatan usaha perusahaan adalah di bidang survey dan jasa untuk perusahaan energi.

Read More : APPBI Minta Pemerintah Tunda Aturan Asuransi Wajib Kendaraan Bermotor

Sedangkan saham PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) akan dicatatkan di papan pengembangan BEI. MHKI akan menjadi perusahaan ke-22 yang tercatat di BEI pada tahun 2024.

MHKI bergerak pada sektor industri dengan subindustri jasa lingkungan dan pengelolaan fasilitas. Harga penawaran saham MHKI dalam IPO adalah Rp 160 per saham, dengan jumlah saham tercatat sebanyak 3,75 miliar lembar, sehingga kapitalisasi pasarnya Rp 600 miliar.

Jumlah saham yang diterbitkan melalui IPO sebanyak 750 juta lembar saham. Jumlah saham yang dipesan saat IPO mencapai 1,64 miliar lembar sehingga terjadi kelebihan permintaan sebesar 2,19 kali.

PT Multi Hanna Kreasindo Tbk merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan limbah industri B3 (bahan berbahaya beracun) dan non B3 melalui penerapan 3R (reuse, recycle dan recovery) secara terpadu dan terpadu dalam bidang usaha pengangkutan, pengumpulan, pengolahan dan penggunaan. limbah B3.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *