JAKKARTA, BERITASATU.COM – Badan Pengawas Keuangan dan Pengembangan Pengawas (BPKP) terus meningkatkan operasi Pusat Data Nasional Sementara (PDN) setelah diserang oleh Siber Ransmware. Dua minggu yang lalu (28/28/24) audit sesuai dengan panduan langsung Presiden Yoko Vidodo.
Read More : Novi Helmy Dicopot dari Dirut Bulog dan Lanjut Berkarier di TNI
Kepala BPCP Muhammad Yusuf ATH telah mengumumkan bahwa proses audit ditt masih berlangsung. Namun, pengembangan terbaru dalam tim teknis belum dilaporkan sejauh ini.
“Ini masih merupakan proses. Saya gagal memperbarui tim,” kata itu dikonfirmasi pada hari Jumat (7/17/24) oleh Beritastu.com.
Mengenai instruksi Presiden Yoki, AT tidak menyebutkan secara rinci ketika akhirnya diarahkan. Namun, ini didedikasikan untuk proses audit dits, selesai sesegera mungkin.
“Segera mungkin, itu berakhir,” pungkasnya.
Sebelumnya, pada hari Jumat (28/28/2024) pada pertemuan bersama dengan Presiden Yoko Vidodo (Yoki) yang dikaitkan dengan serangan Fatware Perangkat Lunak Ransom S., audit audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pengembangan (BOCP) diminta untuk membuang.
Kepala BPCP Muhammad Yusuf Ath mengatakan partainya akan menjalankan instruksi langsung.
Read More : Pramono Anung Janji Perbaiki Infrastruktur Kantin Sekolah di Jakarta
Dia mengungkapkan bahwa Audit Dit Manajemen PDNS adalah pertama kalinya setelah Cybertex pada 17 Juni 2024.
“Kami akan mengikuti audit nanti, dia mengatakan kepada audit tentang manajemen PDN. Ya, kami tidak tahu (masalah masalah), itu tidak ditingkatkan. Ini hampir audit dits,” kata itu.
Dia tidak dapat menyebutkan jumlah yang tepat dari agensi yang ditingkatkan dan seberapa banyak cyber -tent ACK berdampak.
“Ya, aku tidak tahu (jumlah) siapa yang tahu Kominfo. Ya, aku diminta untuk memperbaikinya. Kita tidak tahu pengaruhnya, kita tidak ditingkatkan. Jika kita tidak ditingkatkan, kita tidak ingin membicarakannya terlebih dahulu.”