Demak, Beritasatu.com – Warga Kabupaten Demak, Jawa Tengah dikejutkan dengan penemuan ular piton sepanjang 5 meter di tengah pemukiman warga. Proses evakuasi ular besar yang dilakukan petugas pemadam kebakaran ini sungguh luar biasa karena harus menariknya keluar dari tumpukan kayu dan menyerang polisi beberapa kali sebelum bisa dibebaskan.
Read More : Perkara Tambang Ilegal, Polisi Tembak Polisi
Petugas Kedatangan Satpol PP Damkar Kabupaten Demak langsung menuju lokasi kejadian pengaduan ular piton raksasa di pemukiman warga Desa Kangkring Pos, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.
Perempuan liar Kazarian yang bersembunyi di antara tumpukan kayu menjadi kendala petugas yang membantu warga dalam upaya mengevakuasi ular piton tersebut. Tak hanya itu, ular besar tersebut juga sangat agresif dan beberapa kali menyerang petugas polisi. Untungnya, kepiawaian petugas pemadam kebakaran memungkinkan ular sepanjang 5 meter dan berat sekitar 60 kilogram itu berhasil dievakuasi dalam waktu satu jam setelah pencarian dimulai.
Komandan Satpol PP (Danru) Pemadam Kebakaran Kabupaten Demak Suyadi mengatakan, setelah mendapat informasi dari warga, pihaknya langsung menuju lokasi untuk mencari ular tersebut. Proses evakuasi dipersulit dengan banyaknya tumpukan kayu bakar yang harus diangkut dalam jumlah banyak. ย
โSetelah kami dan warga berkelahi sekitar 1 jam, akhirnya ular itu muncul dan kami bersama teman-teman membunuhnya. Kalau panjangnya sekitar 5 meter, beratnya 56 kilogram,โ kata Suyadi kepada Beritasatu.com, Sabtu (30/11). /2024) pada sore hari.
Read More : Hadapi Kemarau, Pakar UGM Sarankan Peternak Gunakan Pakan Fermentasi Jerami dan Limbah Jagung
Keberhasilan evakuasi ular piton sepanjang 5 meter tersebut membawa kelegaan bagi warga setempat karena mereka kehilangan beberapa hewan peliharaan yang mereka yakini telah menjadi mangsa ular raksasa tersebut.
Usai evakuasi darurat ular piton sepanjang 5 meter tersebut, petugas pemadam kebakaran Satpol PP Demak meminta warga bergotong royong membersihkan semak-semak dan merapikan tumpukan kayu agar tidak lagi meresahkan masyarakat.