Jakarta, Beritasatu.com – Komisi

Read More : Cadiz vs Barcelona: Menang, Blaugrana Tak Lagi Berupaya Pertahankan Xavi

Persetujuan tersebut dilakukan dalam rapat kerja (Raker) komisi

“Komisi

Hetifah kemudian meminta mereka yang hadir dalam pertemuan tersebut menyetujui kesimpulan tersebut. “Apakah kita sepakat dengan kesimpulan pertemuan hari ini?” tanya Hetifah dan diterima oleh yang hadir.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora Dito menyampaikan pertimbangannya untuk memberikan kewarganegaraan Indonesia kepada Calvin Verdonk dan Jens Raven. Dito memperkirakan keduanya berasal dari Indonesia.

Calvin Verdonk disebut-sebut merupakan pemain yang tumbuh dalam sistem klub bergengsi Belanda, Feyenoord. Bersama klub itu, Calvin memainkan hampir 200 pertandingan di Belanda dan Portugal pada usia 26 tahun.

“Dia selalu bersemangat bermain untuk Indonesia, negara tempat beberapa anggota keluarganya dilahirkan dan dibesarkan,” kata Dito.

Selain itu, Dito mengatakan Calvin Verdonk adalah seorang pemukul kidal yang memiliki bakat dan kepercayaan diri untuk bermain di sisi kiri.

Read More : PSG Singkirkan Liverpool dari Liga Champions lewat Adu Penalti

“Khususnya, penggunaan kaki kirinya dan keterampilan menembaknya tidak tertandingi,” tegasnya.

Jens Raven kini, kata Dito, adalah seorang striker dengan fisik tinggi dan kuat. Menurutnya, Jens merupakan tipe striker yang masih belum ada di Indonesia.

Tipe striker yang saat ini ada di Timnas Indonesia tidak ada levelnya. Karena kemampuan fisiknya yang berbakat, tinggi badannya hampir 190 cm, jelasnya.

Selain itu, kata Dito, Jens dengan postur tubuhnya yang kuat tak gentar berduel untuk merebut bola. Dito pun optimis Jens Raven bisa menjadi salah satu striker terbaik mewakili Indonesia di Piala Asia AFC U-20 2025.

“Dia (Jens) bisa berkembang dan diuji untuk bermain di level yang lebih tinggi di timnas Indonesia, seperti timnas U-23 dan senior,” tutup Dito.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *