Jakarta, Peridasatu.com – Asosiasi Rumah Sakit Persiasa di seluruh Indonesia (Persi) memperkuat pengembangan pariwisata medis atau pariwisata medis di Indonesia dengan meningkatkan kualitas dan persaingan rumah sakit setempat. Ini diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan asing yang membutuhkan layanan kesehatan yang berkualitas.

Read More : Prabowo Alokasikan Rp48,8 t Untuk Fase Kedua Pembangunan Ikn Hingga 2029

Komitmen dikonfirmasi ketika Rumah Sakit XVI Percy XXXVI ditutup pada hari Sabtu (10/19/2024) di Jakarta Convention Center (JCC). 

Presiden Umum Percy, Dr. Bambang Vibhoo, mengungkapkan bahwa rumah sakit Indonesia tidak hanya melayani masyarakat setempat tetapi juga memiliki kemampuan untuk menarik wisatawan yang sehat untuk pasien asing. Oleh karena itu, sinergi antara Departemen Kesehatan dan Pariwisata perlu dijalankan lebih jauh sehingga program pariwisata medis dapat tumbuh dengan baik.

Meskipun program pariwisata medis telah lama diluncurkan oleh pemerintah, dampak rumah sakit negara dan pengembangan ekonomi masih rendah. 

“Kami berasal dari awal langkah strategis dengan posisi rumah sakit,” kata Bambang.

Menurutnya, proses peringkat rumah sakit akan menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia. Evaluasi Percy diselesaikan dan termasuk komunitas dan ahli dalam prosesnya. 

Read More : Awas Dehidrasi! Simak Cara Minum yang Benar Agar Puasa Lancar

“Ini adalah bagian penting dari kepercayaan pasien dan untuk mengembangkan kepercayaan pada layanan kesehatan domestik,” katanya.

Salah satu tujuan utama pengembangan pariwisata medis adalah untuk mencegah kebocoran forex karena orang Indonesia yang ingin pergi ke luar negeri. Presiden Djokovi pernah mengatakan bahwa sekitar $ 170 triliun dihabiskan oleh orang -orang untuk perawatan di luar negeri. 

“Jika Anda dapat menekan 50% dari jumlah ini, dampaknya akan lebih besar dalam perekonomian negara,” Dr. Bambang.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *