Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan bupati di seluruh Indonesia untuk mengembangkan potensi daerahnya di bidang keuangan, pangan, energi, industri, teknologi, dan pariwisata. Hal itu disampaikannya saat membuka Kongres Pekerja Nasional (Rakarnas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ke-16 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Pusat Kota Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Read More : Jalanan Runtuh di Guandong China Selatan, Korban Tewas 48 Orang
Jokowi mencontohkan Bhutan yang tidak memiliki minyak dan gas, namun tetap menjaga lingkungan alam dan tradisi budayanya sehingga mampu menarik wisatawan.
“Hanya butuh kuota tertentu, mengambil wisatawan dari pasar tinggi, bernilai tinggi, volume rendah. Mari kita modelkan seperti ini. Perilaku kita lebih baik dari Bhutan,” jelas Jokowi.
Diakui Jokowi, Indonesia punya banyak daerah unik, namun sang bupati tidak tahu bagaimana mengemas dan mempromosikan daerahnya.
“Banyak daerah yang unik, bupatinya tidak tahu cara mengemas dan mempromosikannya, dan kalau turis bayar biaya lagi (di Bhutan), kalau datang mahal, tetap harus bayar biayanya. Jaga alam,” kata Jokowi.
“Saya lihat berapa yang dipungut untuk konservasi dan didapatnya seperti setengah triliun, bukan dari ekonomi, hanya dari fee, setengah triliun,” lanjutnya.
Selain Bhutan, Jokowi mencontohkan Maladewa yang memiliki keindahan pantai yang tak kalah dengan Indonesia.
Read More : Jadwal Salat dan Buka Puasa Hari Ini, Minggu 2 Maret 2025
“Karena hampir 85 persen masyarakat Indonesia pernah mengunjungi kota-kota kabupaten, saya melihat pantai kita tidak kalah dengan pantai-pantai di Maladewa. 30 persen pendapatan Maladewa berasal dari pariwisata. Tapi itu menciptakan sektor pariwisata baru,” – Jokowi.
“Contohnya saya baca ini dan bisa disimulasikan, misalnya konferensi di pantai, pertemuan di pantai. Yang rapat tidak boleh pakai sepatu, boleh pakai sepatu, tapi yang rapat perlu. ide-ide ini,” lanjutnya.
Jokowi juga mencontohkan pariwisata di Afrika yang menawarkan wisata alam liar sesungguhnya. Bahkan, kata dia, di Indonesia juga ada yang serupa, seperti Taman Nasional Komodo di NTT dan Taman Nasional Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur.
“Begitulah cara daerah mengemasnya menjadi pendapatan daerah. Di Afrika, hal ini dapat mengatasi masalah ini dan menghasilkan Rp 196 triliun setiap tahunnya. Saya lihat kita punya sesuatu yang unik,” imbuh Jokowi.