Kentucky, Beritasatu.com – Donald Trump menolak kemungkinan miliarder teknologi Elon Musk menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Sebab menurutnya konstitusi mengharuskan presiden lahir di Amerika.
Read More : Yordania Bantah Biarkan Jet Tempur Israel Terbang untuk Serang Iran
“Saya bisa bilang dia tidak akan pernah jadi presiden. Tahukah Anda kenapa? Dia tidak lahir di negara ini,” kata Trump dalam sebuah acara di Arizona pada 22 Desember 2024, membahas isu Elon Musk menjadi presiden. . .
“Tidak, itu tidak akan terjadi,” kata Donald Trump saat menggambarkan posisi Elon Musk sebagai presiden AS.
Mengapa Elon Musk tidak memenuhi syarat? Menurut Konstitusi AS, hanya warga negara yang lahir di wilayah AS yang berhak mencalonkan diri sebagai presiden. Elon Musk lahir di Afrika Selatan, memiliki kewarganegaraan Kanada melalui ibunya, dan pindah ke Amerika Serikat pada tahun 1992 untuk melanjutkan pendidikannya.
Elon Musk baru menerima kewarganegaraan AS sekitar satu dekade kemudian, yang membuatnya tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan diri sebagai presiden.
Komentar Donald Trump muncul di tengah besarnya pengaruh Elon Musk di dunia politik. Beberapa anggota Partai Demokrat bahkan menyebut Musk sebagai presiden bayangan karena peran strategisnya.
Baru-baru ini, Elon Musk menggunakan jejaring sosial X untuk mengkritik usulan anggaran Pemerintah AS yang diperdebatkan oleh Partai Republik dan Demokrat. Kritik ini berujung pada krisis politik dan membuat pemerintah AS semakin dekat dengan penutupan pemerintahan pada 21 Desember.
Read More : 14 Benda Purbakala dari Situs Tondowongso Dipulangkan ke Museum Sri Aji Jayabaya di Kediri
Namun, Kongres mampu mengesahkan anggaran baru tepat waktu, menjamin operasional pemerintah hingga 14 Maret 2025. Namun, upaya Donald Trump dan Elon Musk untuk mempengaruhi keputusan anggaran mendapat sorotan publik.
David Axelrod, mantan ahli strategi kampanye Barack Obama, mengatakan Donald Trump dan Elon Musk harus mencari tahu siapa di antara mereka yang ingin menjadi presiden.
Meski tidak bisa mencalonkan diri, pengaruh Elon Musk terhadap politik Amerika, baik secara langsung maupun tidak langsung, masih menjadi bahan perbincangan antara politisi dan publik. Wajar jika muncul situasi memanas terkait Elon Musk menjadi Presiden Amerika Serikat.