Jakarta, Beritasatu.com – Kemenangan Donald Trump atas Kamala Harris pada Pilpres Amerika Serikat 2024 dinilai membawa keuntungan besar bagi Israel. Tekanan terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat diperkirakan akan semakin meningkat.
Read More : Kemenkes Cek Kesiapan Medis untuk Pemudik Nataru di Rest Area 57 Tol Jakarta-Cikampek
Trump adalah presiden Amerika yang paling terkenal sebagai pendukung kebijakan agresi Israel di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dia adalah presiden AS pertama yang memindahkan kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem. Yerusalem masih merupakan wilayah yang diduduki Israel. Palestina mengklaim sebagai ibu kota negara Palestina masa depan,” kata pengamat politik Timur Tengah T Taufiqulhadi. Kamis (7/11/2024) Beritasatu.com Disuruh
Menurut Tawfik, kemenangan Trump memberi ruang lebih besar bagi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk bersikap lebih otoriter. Seperti rencana Netanyahu untuk kembali ke Gaza dan membangun pemukiman Yahudi sebanyak-banyaknya.
“Akankah perang meningkat? Perang tidak meningkat karena perang berakhir dengan terbunuhnya Yahya Sinwar dan hancurnya Gaza. Kalaupun masih ada perang, perang akan terjadi di Lebanon, dengan tujuan Israel menyingkirkan Hizbullah dari wilayah tersebut. Perbatasan Israel,” ujar mantan jurnalis yang pernah bertugas di Palestina ini.
Menurut Tawfik, perang dengan Iran tidak akan terjadi karena Trump tidak menginginkannya. “Perang dengan Iran akan menciptakan serangkaian masalah yang sulit dikendalikan oleh Trump,” katanya.
Perang dengan Iran berpotensi mengasingkan Trump dari Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, Putin dan Trump bersikap ramah.
Read More : Pemerintah Tambah 9 SPPG untuk Sokong Makan Bergizi bagi 118 Sekolah di Jakarta
“Padahal selama ini Putin sangat dekat dengan rezim di Teheran. Kita ingat Netanyahu pernah meminta Putin untuk mengganti rezim di Teheran, tapi Trump menolaknya,” kata Tawfik.
Di sisi lain, Trump juga sangat dekat dengan Netanyahu. Namun hubungan mereka tidak baik sejak empat bulan terakhir. Ini terjadi setelah Trump mengkritik Netanyahu atas Gaza.
“Trump memperingatkan Netanyahu bahwa tindakan Netanyahu di Gaza merugikan posisi Amerika di mata dunia,” kata Tawfik.