BANDUNG, BERITASATU.COM – Wakil Menteri Dampak Perempuan dan Peningkatan Perlindungan Anak (PPA), Veronica Tan, bertanya kepada Rumah Sakit Pusat (RSUP) Hasan Sadikin di Bandung untuk meningkatkan sistem segera setelah kasus Program Pendidikan Khusus (PPD).
Read More : Rajin Inovasi dan Edukasi Finansial, Bank Mandiri Raih Penghargaan di Hari Indonesia Menabung
Aplikasi ini diajukan pada hari Senin (14.04.2025) ketika saya mengunjungi Rumah Sakit Hasan Sadikin pada sore hari (14.04.2025).
“Kita harus belajar untuk semua yang terlibat, baik dari universitas maupun rumah sakit. Kita perlu membangun sistem yang lebih baik,” katanya.
Veronica menjelaskan bahwa kunjungan ke Rumah Sakit Hasan Sadikin bertujuan untuk melihat apa yang terjadi dan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang masalah ini.
“Ketika kami pergi ke lokasi, ternyata ruangan itu masih dalam proses perbaikan dan tidak digunakan. Kami dicurigai bahwa pelaku sebelumnya telah merencanakan ruang,” katanya.
Dia menambahkan bahwa dia dikatakan sudah mengetahui pemandangan itu, termasuk akses melalui tangga darurat.
“Para penjahat melewati tangga darurat ke lantai enam sebelum menuju ke lantai tujuh di tengah malam,” jelasnya.
Read More : Wamen Investasi Yuliot Janjikan Fasilitas Impor bagi Perusahaan Pertanian
Veronica juga menyatakan keprihatinan tentang kondisi korban dan pengawasan yang lemah di rumah sakit.
“Saya pikir korban bisa ditemani oleh ayah yang sakit. Saya tidak tertarik dengan biaya perawatan. Ketika saya berada di lantai tujuh ada ruangan yang sangat kotor. Perawat tidak menjalani operasi atau tanda tangan. Tidak ada tanda tangan.
Veronica menyoroti pentingnya penilaian umum sistem, termasuk mengawasi ruang rawat inap dan standar keselamatan pasien, sehingga peristiwa serupa untuk dokter PPD tidak mengulangi di masa depan.