Jakarta, Beritasatu.com – PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa, 25.6.2024. Salah satu keputusan Rapat Umum adalah pengangkatan Djagad Prakasa Dwialam sebagai direktur utama menggantikan David Utama.
Read More : Indonesia-Singapore Leaders Retreat 2024 Tandatangani Kesepakatan Investasi dan Pertahanan
Sebelumnya Djagad menjabat Direktur Utama PT Kimia Farma Perdagangan dan Distribusi (KFTD). Djagad berharap perubahan posisi ini dapat membawa KAEF ke arah yang positif.
โSituasi keuangan Kimia Farma secara grup diharapkan menjadi positif,โ kata Djagad.
Dengan adanya pergantian kepengurusan, maka susunan kepengurusan Kimia Farma menjadi sebagai berikut:
Eksekutif Direktur Utama: Djagad Prakasa Dwialam Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Lina Sari Direktur Produksi dan Rantai Suplai: Hadi Kardoko Direktur Portofolio, Produk dan Jasa: Jasmine Kamiasti Karsono Direktur Komersial: Presidentani Harahap Direktur Sumber Daya Manusia: Disril Revolin rot
Komisaris Komisaris Utama: Fachmi Idris Komisaris Independen: Musthofa Fauzi Komisaris Independen: Diah Kusumawardani Komisaris: Wiku Adisasmito Komisaris: Dwi Ary Purnomo Komisaris: Rendi Witular Komisaris: Darwin Wibowo
Read More : Pertamina Tidak Hentikan Penyaluran Pertalite pada 1 September 2024
Manajemen KAEF mengapresiasi fundamental perusahaan yang masih kokoh hingga saat ini. Pada tahun 2023, penjualan diperkirakan mencapai Rp 9,96 triliun, meningkat sekitar 7,93% dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam kondisi pasar farmasi nasional yang sulit, Kimia Farma berhasil menurunkan kewajibannya sebesar 5%.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAEF, Lina Sari, mengatakan ada empat permasalahan utama yang masih menjadi tantangan perseroan, yaitu penjualan yang masih belum optimal, rasionalisasi pabrik, portofolio produk yang belum optimal, dan dugaan pelanggaran integritas. menyediakan data keuangan pada anak perusahaannya Kimia Farma Apotek (KFA).
Adanya empat permasalahan tersebut membuat perseroan masih mencatatkan kas operasional negatif, kata Lina.