Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah dugaan pengungkapan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 6 juta masyarakat Indonesia, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi), asistennya. . Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.
Read More : Paus Fransiskus Tiba di Jakarta, Kamar Hotel di Sekitar GBK 100 Persen Habis Terjual
Isu ini bermula dari postingan di platform media sosial X yang terungkap adanya perdagangan ilegal NPWP, data NIK, alamat, nomor telepon, dan email yang dijual sekitar Rp 150 juta.
Berdasarkan penelusuran, statistik akses data selama enam tahun terakhir menunjukkan tidak ada bukti langsung adanya spionase dari database DJP, kata Direktur Penyuluhan, Operasional, dan Humas DJP. Kementerian Keuangan. , Dwi Astuti, di Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Dwi menjelaskan, sistem informasi yang disalurkan bukanlah informasi terkait pelaksanaan hak wajib pajak dan pemenuhan kewajiban perpajakan.
Namun menyikapi laporan intelijen tersebut, DJP bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Kepolisian RI. (Polri). untuk menindaklanjuti sesuai aturan terkait.
“DJP berkomitmen untuk selalu menjaga privasi dan keamanan informasi Wajib Pajak melalui sistem dan infrastruktur informasi DJP. Kami akan terus meningkatkan sistem perlindungan dan keamanan data dengan melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem informasi dan pengelolaan informasi dengan memperbaharui sistem keamanan .teknologi dan meningkatkan kesadaran keselamatan,” katanya.
DJP juga mendorong wajib pajak untuk membantu memastikan keamanan datanya dengan memperbarui perangkat lunak antivirus, mengubah kata sandi secara berkala, dan menghindari jaringan dan file yang mencurigakan untuk mencegah pencurian data.
“Kami juga meminta bantuan masyarakat untuk segera melaporkan ke DJP jika ditemukan dugaan kebocoran data melalui mekanisme pengaduan yang ada,” ujarnya.
Read More : IHSG Sesi I Menguat Seusai Trump Umumkan Gencatan Senjata Iran-Israel
Diberitakan sebelumnya, hacker Bjorka mengaku memanipulasi 6 juta data NPWP. Informasi yang disebut bocor antara lain Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, Kaesang Pangarep, dan sejumlah menteri. Data yang bocor dijual seharga $10.000 di situs Breach Forum.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta DJP melakukan penyelidikan untuk mengusut dugaan dugaan tersebut.
Saya sudah meminta Dirjen Pendapatan dan seluruh departemen di Kementerian Keuangan untuk menilai permasalahan tersebut, kata Sri Mulyani di gedung DPR, Kamis (19/9/2024).
Pada saat yang sama, Jokowi menekankan pengurangan kebocoran data NPWP. Ia juga mendesak kementerian dan lembaga pemerintah terkait untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Saya sudah perintahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian Keuangan untuk melakukan pengurangan secepatnya, termasuk BSSN (Badan Siber Nasional) untuk melakukan pengurangan secepatnya,” kata Jokowi.