Lampung Timur, Beritasatu.com – Seorang pria di Sribawono, Kabupaten Lampung Timur tega memaksa cucunya yang berusia 6 tahun. Akibat perbuatan maksiat yang dilakukan pelaku, korban kini mengalami luka bakar parah, pendarahan hingga harus dirawat di rumah sakit.

Read More : Patrick Kluivert Punya 4 Anak yang Semuanya Pemain Sepak Bola

Selamet Wahyudi tega memaksa anak sepupunya, disingkat NU, di kamar mandi rumahnya pada Minggu (4/8/2024). Saat itu, pelaku memaksa korban yang baru saja mandi.

Kekejaman Selamet terungkap setelah korban menceritakan kepada orang tuanya tentang kekejaman yang dilakukan pelaku. Setelah menjelaskan perbuatan asusila yang dilakukan pelaku, korban mengeluarkan darah kemaluan dan dirawat di rumah sakit setempat.

Orang tua korban kemudian melaporkan pelanggaran moral yang dilakukan pelaku ke Polres Lampung Timur. Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Timur menangkap para terpidana pada Senin (5/8/2024).

Sedangkan dari pihak penyidik, pelaku sudah mengakui perbuatannya. Selmet mengaku melakukan kesalahan dengan memaksa korban. Selain kecanduan minuman keras, pelaku juga mengaku tak bisa mengendalikan diri karena istrinya berangkat bekerja sebagai tenaga kerja (TKW) di Luar Negeri.

Kepala Unit PPA (Kanit) Satreskrim Polsek Lamphu Timur Ipda Indra Setia Budi mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapat laporan dari orang tua korban.

โ€œPelaku bersama SW pertama kami tangkap di rumahnya saat sedang berlibur,โ€ kata Indra Setia Budi, Selasa (6/8/2024).

Read More : Klinik Malapraktik WSJ Depok Dipasang Garis Polisi

Indra Setia Budi menjelaskan, korban mengalami pendarahan dan dirawat di Rumah Sakit Umum Sukadana (RSUD) Lampung Timur.

Indra Setia Budi mengatakan, Pelaku dan korban masih menjalin hubungan. Pelaku adalah pamannya. Korban.

Bertanggung jawab atas tindakannya. Pelaku saat ini ditahan di pusat penahanan polisi di sebelah timur Lafeng. Pelaku dijerat pasal 81 atau pasal 82 UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *