Jakarta, Beritasatu.com – PurpleCode Collective, sebuah kolektif yang mewakili isu feminis dan teknologi, berpartisipasi dalam protes Hari Buruh Internasional (May Day) 2024 di Jakarta.

Read More : Maia Estianty Rayakan Lebaran Bareng Anak-anak, Irwan Mussry Absen

Anggota komunitas Hansa (30) mengatakan komunitasnya bersuara tentang sistem yang dianggap bias dalam dunia kerja.

“Kami keluar hari ini untuk melawan sistem yang merugikan perempuan pekerja yang sering menghadapi kekerasan dan diskriminasi. Kami ingin berbicara tentang beban kerja yang tidak setara,” kata Hanza kepada Beritasatu.com pada rapat umum Hari Buruh di Sarina, Jakarta Pusat. Rabu (1/5/2024).

Ia mengungkapkan bahwa komunitasnya menuntut pekerjaan yang aman, terutama bagi perempuan, yang mengalami diskriminasi akibat budaya patriarki yang membatasi industri tertentu.

“Sebagai sebuah komunitas, kami bekerja untuk keadilan gender, mencari ruang yang aman bagi kelompok minoritas dan perempuan di dunia kerja,” lanjut Hansa Hansa.

Berdasarkan laporan Komisi Nasional Perempuan (Komnas Perempuan) pada tahun 2023, dari 1.956 kejadian kekerasan di ruang publik, 57,6% atau 1.127 di antaranya bersifat seksual. Hal ini termasuk kasus eksploitasi seksual baik di tempat kerja maupun di sekolah.

Read More : Kecelakaan Bus Maut di Jalur Tengkorak Thailand Tewaskan 19 Orang

Berdasarkan hasil survei Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) tahun 2023, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kekerasan di tempat kerja tertinggi.

Hasil studi Organisasi Perburuhan Internasional menunjukkan bahwa situasi dunia kerja di Indonesia menghadapi permasalahan serius terkait kekerasan dan pelecehan. Sebanyak 70,93% dari 1.173 responden mengaku pernah menjadi korban kekerasan atau pelecehan di tempat kerja. Dibandingkan tahun lalu, mayoritas korban kekerasan di tempat kerja yaitu sebesar 55,92% atau 656 orang adalah perempuan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *