JUNI, BERITASATU.COM – Sebuah insiden sedih mengejutkan penonton setelah video seorang anak dengan siswa asli Z di kelas 3 SDN 01 Kalisat, Juni, Anda viral di media sosial. Z kaki mengalami cedera sel yang serius karena saus dapur panas dari bibinya sendiri.
Read More : Hotman Paris Siap Bantu Pratiwi Noviyanthi Hadapi Pengacara Alvin Lim Soal Penghinaan ‘Pelacur’
Meskipun beberapa luka mulai mengering, kondisi Z tampaknya membakar masih menakutkan, mulai dari jari ke paha kirinya. Perspektif ini menarik perhatian warga dan dengan cepat didistribusikan, mendesak pihak berwenang untuk merespons.
Video viral yang menunjukkan sikap korban, PPPA Sateskrim, Juni, bekerja segera dan mengamankan pelaku segera pada hari Sabtu (5/24/25) malam. Polisi telah mengamankan penduduk Afiah Rahman, Kalisat, Juni, yang tidak lain adalah bibi korban.
Dari hasil interogasi, motivasi di balik pelaku hati adalah melakukan kekerasan untuk merasa emosional karena impotensi korban yang tidak jujur โโdari apa yang diminta pelaku. Sudah diketahui bahwa korban tinggal dengan pelaku karena pekerjaan orang tuanya di Calimantan.
“Pada waktu itu, korban memegang kios yang berisi saus kue yang dipanaskan karena korban tidak jujur, sehingga para pelaku menyirami saus kue dan mendarat di kaki korban,” kata Kanit PPA Satrest Jempda Ipda Novendra (5/25).
Insiden yang terjadi pada seorang siswa miskin terjadi pada 12 Mei 2025 tetapi pada hari libur sekolah. Z tidak bersekolah karena api yang dia alami.
Read More : Remaja di Citeureup Dianiaya Pakai Airsoft Gun karena Bangunkan Sahur
Pengungkapan kekerasan ini hanya ditemukan ketika korban kembali ke sekolah pada hari Selasa (5/20/2025). Pada saat itu, seorang guru dicurigai dan mencoba mengendalikan kaki korban dan menemukan bekas luka yang serius.
Untuk tindakan mereka, pelaku dituduh sesuai dengan Pasal 44. Paragraf 2 Undang -Undang tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di bawah -80 (2) Undang -Undang Perlindungan Anak. Ancaman maksimum 10 tahun penjara. Sebagai akibat dari saus kue dengan bibinya, korban dirawat di rumah sakit.ย