Jakarta, Beritasatu.com – Serbuan mobil China di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, berdampak besar pada mobil Jepang. Kehadiran mobil China menyebabkan penurunan penjualan mobil Jepang di wilayah tersebut.

Read More : Wall Street Anjlok karena Lemahnya Data Pekerjaan dan Aksi Jual Saham Teknologi

Faktanya, hanya ada dua mobil merek Jepang yang justru mengalami kondisi berbeda. Honda dan Toyota kemungkinan besar mengalami pertumbuhan penjualan di kawasan Asia Tenggara, namun mereka dikelilingi oleh perusahaan-perusahaan unggulan asal Tiongkok.

Diposting Wapcar, Minggu (12/5/2024) Kini hampir seluruh negara Asia Selatan dihuni oleh mobil China. Kehadiran mereka justru menggerogoti dominasi mobil Jepang di kawasan yang sudah mencapai 70% pangsa pasar.

โ€œMerek Jepang seperti Toyota, Isuzu, Honda, Mitsubishi, Daihatsu dan Suzuki menguasai hampir 70% pasar mobil baru di kawasan ini. Hanya kedatangan China yang mengubah hal ini,โ€ jelas Wapcar.

Buktinya, pasar mobil Jepang di kawasan Asia Tenggara memang merosot. Tahun lalu, total pangsa pasar merek Jepang di Thailand turun dari 7,6 persen menjadi 77,8 persen. Pada saat yang sama, merek mobil China di Tanah Air justru meningkat dua kali lipat menjadi 11%.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia yang penjualan mobilnya hanya mencapai 1.005.802 unit pada tahun 2023. Penjualan tersebut turun dibandingkan 1.048.040 penjualan pada tahun 2022.

Sementara Mitsubishi, Suzuki, Isuzu, dan Daihatsu mulai terpuruk. Menariknya, sebenarnya ada dua merek Jepang, Toyota dan Daihatsu. Pangsa pasar Toyota meningkat 1,6 persen menjadi 33,5 persen, sedangkan pangsa Honda meningkat 5,9 persen menjadi 13,8 persen.

Penjualan Toyota di Thailand naik 33,9% menjadi 34,3%, namun penjualan industri secara keseluruhan turun 8,7% menjadi 775.780 unit. Seperti Toyota, Honda meningkatkan pangsa pasarnya di Thailand dari 12% menjadi 14%, membalikkan tren penurunan industri.

Read More : Satgas Pangan Polri Usut Minyakita Dijual Tidak Sesuai Takaran dan HET

Wapcar adalah situasi dimana banyak orang di berbagai negara Asia Tenggara masih lebih memilih keandalan dan layanan purna jual yang baik.

โ€œToyota dan Honda mungkin tidak menawarkan daftar fitur terpanjang atau harga terendah, namun mobil mereka memiliki keandalan dan keaslian yang agak tradisional dalam tampilannya,โ€ jelas Wapcar.

Tentu saja, situasi ini bisa berubah tahun ini. Selain itu, jumlah merek Tiongkok yang aktif di wilayah tersebut akan meningkat.

Belum lagi, mobil China belum merilis semua modelnya. Terutama mobil yang menjadi penjualan besar bagi perusahaan mobil China.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *