Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah akan meluncurkan tiga produk digital yang dikembangkan INA Digital pada September 2024. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengatakan produk tersebut adalah INA Ku, INA Gov, INA. Paspor.

Read More : Profil Ibnu Basuki Widodo yang Terpilih Menjadi Wakil Ketua KPK Periode 2024-2029

“Kami tegaskan bahwa INA Digital bukan sekedar portal atau aplikasi platform, melainkan penyedia layanan digital. Produk pertama yang akan kami luncurkan adalah INA Gov yang merupakan portal penyelenggaraan negara. Melalui INA Gov, kami akan dapat untuk mengintegrasikan berbagai layanan ASN seperti profil ASN, ukuran kinerja, media pelatihan dan layanan administrasi lainnya,” kata Azwar di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/9/2024).

INA Gov akan bekerja sama dengan layanan aparatur publik, seperti profil ASN, ukuran kinerja, informasi pelatihan, serta layanan promosi, mutasi, dan pemberhentian. Pada saat yang sama, INA Pas, identitas digital yang seragam, akan menjadi kunci integrasi sistem dan aplikasi di berbagai industri.

Selain itu, INA Ku atau Portal Pelayanan Publik akan mengintegrasikan layanan publik seperti pendidikan, kesehatan, sosial, pengelolaan kependudukan dan BPJS dalam satu platform yang mudah diakses oleh masyarakat.

Azwar menjelaskan, Fase 1 (Alpha) dari rilis terbatas ini merupakan peluncuran terbatas fitur-fitur inti kepada 10.000 ASN di INA Gov dan 40.000 pengguna di INA Ku. Fase ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dan mengidentifikasi potensi hambatan awal.

Read More : 2 Hari Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus 2024, 328.000 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Fase 2 (beta) dari rilis terbatas ini akan memperluas cakupan hingga mencakup 138 lembaga pemerintah di INA Gov dan lebih dari 40.000 pengguna di INA Ku. Fitur yang dihasilkan lebih komprehensif dan dirancang untuk pengguna eksternal terbatas guna mengurangi hambatan dan meningkatkan sistem.

“Tujuan akhir dari pengembangan INA Digital atau GovTech adalah untuk meningkatkan pelayanan publik. Selain itu, kami fokus pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas serta pengurangan defisit anggaran. Dengan bantuan Integrated Digital Identity, kami dapat memastikan tidak ada duplikasi bantuan. , karena sistemnya “akan mengintegrasikannya dengan Kementerian Dalam Negeri, Cominfo dan instansi terkait lainnya,” jelas Azwar.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *