Jakarta, prestasikaryamandiri.co.id – Tim penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (14/06/2024) telah menyelesaikan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Utama PT Taspen, Helmi Imam Satriono. Dia diminta sebagai saksi dalam kasus investasi palsu di PT Taspen.

Saat diperiksa silang, Helmi mengaku ditanya soal investasi PT Taspen sebesar Rp1 triliun. Ia pun membenarkan adanya investasi tersebut.

“Iya memang ada investasinya Rp 1 triliun,” kata Helmi usai meninjau Gedung Merah Putih KPK di Jakarta, Jumat (14 Juni 2024).

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi P.T. Laporan akhir kerugian keuangan negara dalam kasus investasi bodong Taspen (Persero) sudah ditunggu.

Investasi di Taspen yang kini tengah didalami Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) diperkirakan mencapai Rp 1 triliun. Terkait investasi tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi telah mendapat data awal perkiraan kerugian keuangan negara yang mencapai ratusan miliar rupee.

Kesimpulan terakhir adalah lembaga yang menghitung kerugian keuangan negara. Dalam data yang kami terima, saya sebutkan ratusan miliar,” kata Kepala Bidang Pemberitaan KPK Ali Fikri, Kamis (9 Mei 2024).

Ali Fikri mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (ARC) kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut atas investasi bodong tersebut. Dalam penyidikannya, Komisi Pemberantasan Korupsi menerima keterangan sejumlah saksi, salah satunya Dirut PT Taspen nonaktif Antonius NS Kosasih.

“Nanti keputusan akhir akan diambil oleh lembaga yang menghitungnya, apakah BPC atau BPKP. Nanti akan diperiksa ahli forensik KPK, kemungkinan kerugian yang ditimbulkan bisa mencapai Rp 1 triliun atau kurang,” kata Ali Fikri.

Menurut dia, kerugian negara akibat investasi bodong Taspen mungkin kurang dari Rp 1 triliun. Perkiraan kerugiannya akan ditinjau di pengadilan nanti.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *