Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Prabowo Subianto melantik Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (21/10/2024).
Read More : Asnawi Mangkualam Dipuji Media Amerika Bawa Indonesia Menang Atas Myanmar di Piala AFF 2024
Menurut dia, Prabowo langsung meminta izin kepada istri Luhut untuk kembali mengisi jabatan pemerintahan di Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.
Hal itu diungkapkan Luhut dalam unggahan di media sosial Instagram miliknya @luhut.pandjaitan, Senin (21/10/2024). Dalam unggahan tersebut, Luhut menyebut permintaan Prabowo untuk masuk kabinet disampaikan saat gala dinner Akabri 67/70 di Gedung Sopo Del Tower.
Sebelum mengakhiri pidatonya, beliau meminta izin kepada istri saya untuk mengizinkan suaminya menerima tugas di jabatan baru, kali ini hanya senyum lebar suami saya, kata Luhut.
Sebelum menuju Gedung Pemerintahan, ia berpamitan dan memeluk istrinya. Saat ini, istrinya belum bisa ikut Luhut dalam pengabdian tersebut karena sudah mengurus pemeriksaan kesehatannya. Pesannya hanya satu, saya harus pintar-pintar menjaga kesehatan agar bisa bekerja dengan baik untuk memberikan yang terbaik bagi negara dan negara, ujarnya.
Alasan Luhut menerima tawaran Prabowo karena merasa menjadi tentara. Luhut harus siap turun tangan saat ada tugas. Luhut menerima perintah tersebut dengan penuh rasa tanggung jawab. Baginya, tugas memimpin Dewan Ekonomi Nasional bukan sekedar penunjukan melainkan panggilan untuk mengabdi pada negara dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
Read More : Percepat Penurunan Stunting, Pemerintah Intensifkan Penimbangan dan Peningkatan Gizi Balita di Posyandu
“Presiden Prabowo ingin saya memimpin sebuah organisasi bernama Dewan Ekonomi Nasional. Organisasi ini memberikan nasehat dan rekomendasi agar program-program prioritas di bidang perekonomian dapat berhasil dicapai,” ujarnya.
Luhut mengatakan, tantangan perekonomian ke depan tidaklah mudah. Ketahanan pangan, transisi energi, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AL), dan dinamika geopolitik ada di depan mata. “Dewan Ekonomi Nasional yang dibentuk Presiden Prabowo sebagai wadah pemikir ekonomi kecil akan diisi oleh para pakar ekonomi,” tutupnya.