Jakarta, Beritasatu.com – Glodok Plaza, yang terletak di daerah Tamansari di Jakarta Barat, baru -baru ini mengalami kebakaran serius pada hari Rabu (1/15/2025). Api akan ada di beberapa lantai, termasuk lantai 7, 8 dan 9.
Read More : Industri Otomotif Semringah, Data Penjualan Mobil Oktober 2024 Naik
Lebih dari 200 petugas pemadam kebakaran dan 45 mobil Damkar dikerahkan untuk menutup api dalam insiden itu. Penyebab kebakaran masih menjadi subjek penyelidikan polisi.
Insiden ini telah menambahkan catatan gelap untuk pusat perbelanjaan yang telah beroperasi selama hampir 48 tahun. Jadi siapa sosok pemilik Glodock Plaza? Berikut ini adalah penjelasan.
Siapa yang memiliki Glodock Plaza? SSIA memiliki 92,42% saham InternsA TCP dan berfokus pada pengembangan real estat dan barang. Di bawah properti ini, Glodok Plaza telah mengalami berbagai inovasi dan manajemen untuk mempertahankan ketertarikannya di pasar.
Glodock Plaza dikenal sebagai pusat perbelanjaan elektronik terbesar di Asia Tenggara. Didirikan pada tahun 1977, pusat perbelanjaan ini telah menjadi tanda penting perdagangan elektronik di Indonesia. Glodock Plaza memiliki total area konstruksi 41.000 meter persegi yang terbuat dari delapan lantai, hasil renovasi terbaru pada tahun 2001.
Pusat perbelanjaan ini adalah pusat perbelanjaan untuk berbagai pedagang elektronik, yang menciptakan salah satu tempat utama bagi orang yang mencari produk elektronik yang berkualitas.
Read More : Nobar Indonesia vs Uzbekistan di Polres Luwu Disajikan Sarabba
Sejarahnya dimulai lama sebelum pembentukan Glodok Plaza, yaitu di zaman kolonial Belanda, ketika lokasi digunakan sebagai pembentukan perbaikan. Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tahun 1972, DKI Pemerintah Jakarta menjual tanah ini ke pusat perbelanjaan dengan properti PT Multi -Plaza.
Saat ini, karena meningkatnya popularitas perdagangan elektronik, Glodok Plaza menghadapi tantangan besar, yang secara fisik mengunjungi pusat perbelanjaan. Di pusat perbelanjaan ini, bisnis penyewa mencapai sekitar 5%, tetapi tantangan lain muncul dari insiden kebakaran.
Api adalah pengingat api penting dari penerapan standar keselamatan bangunan, termasuk pemadam api dan proses migrasi yang jelas. Insiden ini juga mendorong pemilik Glodok Plaza, manajemen dan pejabat untuk sepenuhnya menilai sistem keselamatan bangunan.