JAKARTA, beritasati.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul) akan menjalani hidup sesuai jurusan yang berangkat. Hal ini sebagai reaksi atas konflik yang dialami Direktur Gibran Ribong (Wapres) Bibumba.
Read More : Besaran Kenaikan Upah Minimum Provinsi 2025 Masih Dibahas
“Kemarin kami baru melakukan pembelajaran dengan mengundang pejabat delegasi seluruh Indonesia. Sekarang tim kami sedang bekerja untuk mengecek ruang. Kemarin kami juga mengungkit beberapa kasus”, kami masih tidak punya pilihan lain. Di gedung seperti itu, ‘kata warga’ saat ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12 November 201).
Meski belum menemukan hasilnya, pohon berharap survei di wilayah tersebut bisa dilakukan dalam waktu dekat, apalagi menjelang tahun ajaran baru Juli 2025.
“Saya berharap bersama-sama selama tahun ajaran nanti ada peninjauan kembali. Kalau kasusnya mau cerita dan lebih banyak lagi. Masih pergantian siswa baru di tahun ini masih bulan Juli,” jelasnya.
Awalnya Wakil Ketua Gibran mengatakan penataan daerah sudah baik. Namun permasalahannya adalah jumlah guru tidak terbatas secara merata.
“Rencana zonasi bagus, tapi mohon di rapat organisasi mungkin bisa diberikan informasi karena jumlah gurunya tidak sama-sama dibatasi,” kata Gibran, Senin (11/11/201).
Read More : Tebing Longsor di Majene Tutup Akses Jalan Penghubung 2 Kecamatan
Ditambah lagi, ada beberapa provinsi yang industrinya kurang cocok karena gurunya ada di Pulau Jawa atau di luar Pulau Jawa. Gibran mengatakan, ini merupakan pekerjaan rumah (PR) Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen) Abdul di ‘Pohon.
“Ada lingkungan, lokasi yang gurunya terlalu banyak, yang kekurangan tenaga kerja. Sekali lagi zonasi dijadwalkan, tapi mungkin tidak bisa. Distrik,” kata.