Jakarta, Beritasatu.com – Produsen mobil listrik Amerika melakukan PHK terhadap pekerjanya. Setelah Tesla Rivian kini terlibat PHK terhadap karyawannya.

Read More : Jabat Menteri Investasi, Harta Kekayaan Rosan Roeslani Rp 860 Miliar dan Bersih dari Utang

Carscoops melaporkan Rivian akan memberhentikan 1% tenaga kerjanya saat ini pada Jumat (19/4/2024). Jumlah karyawan yang menganggur di Rivian diperkirakan mencapai 1.000 orang.

Tesla awalnya memberhentikan pekerjanya karena tenaga kerjanya bertambah menjadi 14.000. PHK massal yang dilakukan perusahaan mobil listrik AS ditengarai karena lemahnya penjualan dan banyaknya dominasi mobil listrik buatan China di pasar.

Menurut Carscoops, harga mobil listrik buatan China lebih murah dibandingkan mobil listrik Amerika seperti Tesla dan Rivian.

Sebagian besar perusahaan mobil listrik Amerika bersikap diplomatis mengenai situasi ini. Termasuk keputusan memecat pekerja.

โ€œKeputusan ini sulit, namun perlu untuk mendukung tujuan pertumbuhan positif hingga akhir tahun,โ€ bunyi pernyataan resmi Rivion tentang pengunduran diri tersebut.

Read More : Korban PHK, Sampriatna Bangun UMKM Umpan Pancing Beromzet Rp 120 Juta

Saat ini, Rivian memang belum besar dibandingkan Tesla. Mereka masih sangat untung dalam menawarkan kendaraan listrik untuk pasar AS.

Saat ini mereka memiliki tiga mobil listrik baru, R2; Ada R3 dan R3X. Awalnya mereka memiliki 2 mobil listrik yang sudah lama beredar di pasaran; Ada R1T dan R1S.

Sayangnya, Performa bisnis mereka tidak sama dengan Tesla. Penjualan masih relatif rendah dan pada akhirnya dapat merugikan harga saham Rivion. Amerika Serikat, Negara Bagian Kalifornia Bagi perusahaan yang bermarkas di Irvine tersebut, kehadiran kendaraan listrik buatan China semakin memperburuk keadaan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *