Jakarta, Beritasatu.com – Penyanyi Vidi Aldiana akhirnya membuka suara dengannya, yang menambang 24,5 miliar rp. Vidi Aldiano berbicara di Penang di Malaysia dalam pengobatan untuk kankernya.
Read More : Minum Kopi dapat Mengurangi Risiko Kematian karena Duduk Terlalu Lama
“Di sini saya memutuskan untuk tetap tenang dan melakukan segalanya dengan proses dan rasa hormat yang baik,” Vidi Aldiano dikutip pada hari Kamis (6.06.2025) di Instagram -nya.
Vidi Aldiano berharap masalahnya akan berakhir dengan damai.
“Saya berharap ada jalan tengah di sana dan ada ruang untuk saling memahami,” lanjutnya.
Vidi Aldiano juga percaya bahwa kebenaran selalu terungkap dan mendukung orang -orang yang tidak membuat kesalahan.
“Saya percaya bahwa kebenaran akan selalu keluar dari suara keras untuk menjangkau semua teman,” katanya.
Dia meminta maaf ketika dia memutuskan untuk tetap diam karena dia fokus pada penyembuhan kanker di tubuhnya.
“Saat ini saya memilih keheningan karena penekanan saya adalah berfokus pada kesehatan,” katanya.
Read More : Jonathan Alden Resmi Lamar Brisia Jodie
Bahkan, ia harus mengganti obat yang sejauh ini ia gunakan untuk menghilangkan kanker.
“Karena obat baru ini, hidup jujur, saya jauh lebih menarik. Memang, obat ini memiliki efek samping yang serius dibandingkan dengan apa yang telah saya alami selama lima tahun terakhir,” pungkasnya.
Sebelumnya, Vidi Aldiano menggugat Kenan Nasution dan kasus Rudi Perkt sebesar 24,5 miliar rp. Gugatan tersebut dicatat di Pengadilan Perdagangan di Tengah dan Kakarta pada awal Mei 2025, nomor kasus 51/pdt.sus-hki/cipta/2025/pn niaga jkt.pst.
Dalam kasus -kasus tersebut, penggugat menuduh Vidi diduga melanggar hak -hak mekanis, yaitu hak untuk mereproduksi pekerjaan digital dan secara fisik, apa yang mereka katakan bahwa Vidi Aldiano telah lakukan tanpa izin resmi. Lagu ini dikatakan dinyanyikan lebih dari 300 kali dalam pertunjukan yang berbeda pada 2008-2024.
Kenan mengklaim telah bertemu dan bernegosiasi dengan Vidi dan kepemimpinannya. Namun, perjanjian itu tidak tercapai, karena Vidi memberi uang tunai dengan hanya 50 juta rp, bukan sebagai kompensasi resmi.