Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti, mengatakan puluhan ribu relawan dan pendukung Prabowo-Gibran membatalkan aksi damai di Mahkamah Konstitusi (MK). gedung hari ini, Jumat (19/4/2024).

Read More : Kenaikan Harga Pangan Dorong Inflasi 0,44 Persen pada Desember 2024

Pembatalan tersebut, kata Haris, dilakukan karena ada perintah langsung dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto, untuk menghormati proses penanganan perselisihan hasil Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi dan mengedepankan persatuan dan konsensus.

“Saya mendapat instruksi pribadi langsung dari Pak Prabowo Subianto, pemimpin kita, guru kita, teladan kita dan presiden terpilih untuk Pilpres 2024. Instruksi tersebut disampaikan dalam dua bentuk, pertama melalui telepon dan kedua melalui video, sehingga seluruh pendukungnya. dan pemilih Prabowo-Gibran tidak akan melanjutkan aksi massa damai pada Jumat 19 April 2024,” kata Haris dalam jumpa pers di Kantor Gabungan Relawan Prabowo-Gibran, Palmerah, Jakarta, Kamis (18/4/2024) sore. .

Haris meminta maaf kepada relawan dan pemilih Prabowo-Gibran karena membatalkan aksi damai tersebut. Pasalnya, total 75.000 pendukung dan pemilih Prabowo-Gibran, termasuk 350 relawan masyarakat, telah menyatakan kehadirannya dalam aksi damai di depan Gedung MK.

“Kami juga mencatat hingga malam ini banyak pendukung dan pemilih Prabowo-Gibran yang menyewa bus ke luar kota dan membeli tiket kereta api dan pesawat ke luar kota agar bisa menghadiri aksi massa dengan damai,” kata Haris.

Haris mengimbau kepada seluruh pendukung dan pemilih Prabowo-Gibran untuk menghindari dan menaati instruksi yang diberikan Prabowo untuk tidak menggelar aksi damai di Mahkamah Konstitusi pada Jumat 19 April 2024. Partainya juga menyerukan pembatalan aksi damai tersebut. sejak Kamis sore.

Menurut Haris, penting bagi pemilih untuk menaati instruksi Prabowo, termasuk menghormati proses hukum dan konstitusi yang sedang berjalan di Mahkamah Konstitusi. Prabowo, kata dia, juga mengimbau seluruh pendukung dan pemilih memberikan kepercayaan penuh kepada Mahkamah Konstitusi untuk mengadili dan memutus perselisihan Pilpres 2024 yang diajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan presiden. dan calon wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Read More : Catat! Jadwal Misa Kudus di Basilika Santo Petrus Vatikan

“Kami yakin Mahkamah Konstitusi akan mengambil keputusan berdasarkan fakta di masyarakat yang telah ditentukan oleh KPU 96,2 juta pemilih yang memilih Prabowo-Gibran dan Pak Prabowo meminta kami para pendukung dan pemilih untuk tidak melakukan tekanan politik dalam bentuk gerakan massa atau gerakan berupa Amicus Curiae ke Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

Karena itu, kata Haris, Prabowo meminta seluruh pendukung dan pemilihnya menggelar aksi damai di markas atau kantor relawannya. Prabowo, kata Haris, prihatin dengan gesekan sosial dan perkelahian yang tidak terkendali serta kisruh di lapangan. Terlebih lagi, terjadi pergerakan besar-besaran dari calon presiden dan wakil presiden lainnya. “Kami sangat menghargai kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu.

Hal ini terbukti dengan pemilu presiden tahun 2024 yang berlangsung sangat aman dan damai di masa reformasi. Oleh karena itu, kita tidak ingin capaian demokrasi yang kita capai saat ini ternoda dan rusak jika dilakukan operasi besar-besaran di Mahkamah Konstitusi dan menimbulkan kegaduhan, pungkas Haris.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *