Jakarta, Baritasato.com- menyebut nama Pratavi Novayanthi atau keakraban, memberikan pesan pembawa pesan kepada pengacara Farhat Abbas ketika ia baru-baru ini meneriakkan pada pertemuan mediasi dengan August Salem.
Read More : Harga Emas Naik Akibat Ketegangan Timur Tengah dan Melemahnya Dolar AS
Dalam rekonsiliasi ini, Farhat Abbas tampak sangat tersentuh dan sombong, bahkan banyak orang dan media berteriak dan menunjuk ke teh baru di hadapan staf.
Selain itu, teh Nawawi juga meminta pengacara untuk lebih menghormati wanita dan tidak menghadapinya.
“Pesan saya dikirim ke Tn. Farhat Abbas. Sekali lagi, tolong puji seorang wanita. Namun, dia (Farhat) dilahirkan dengan rahim seorang wanita, ketika dia (wanita) memantul seperti ini?” Pada hari Jumat (29 November 2024), Jakarta, Jakarta Center, mengunjungi Kantor Kementerian Sosial (Commons) di Tengah Jakarta.
Sangat tidak cocok untuk menunjukkan tarif baru, sikap sombong, karena Farhat Abbas menunjukkan seorang pengacara. Selain itu, Nawawi datang sebagai tamu yang menemukan undangan Agustus Salem dan Farhat Abbas.
“Itu sangat moral, terutama seorang pengacara. Saya tidak punya, dan saya datang sebagai tamu yang diundang,” Tia Nawawi, yang diteriaki oleh Fahhat Abbas.
Selain itu, Tiha Nawawi juga mengungkapkan bahwa dia bosan dengan pengetahuan tentang kontribusi Agus Salem, berlari dan belum menemukan tempat yang cerah. Menurutnya, masih ada banyak hal yang dia butuhkan untuk menjaga platform.
Read More : Presiden Prabowo Bahas Strategi Hadapi Ekonomi Global dan Penguatan Kemitraan Ekonomi dengan AS
Tah Nawawi mengakui bahwa organisasi tersebut memiliki anak -anak dan orang -orang dengan gangguan mental (ODGJ) yang langka perlu diperhatikan. Namun, waktu dan energi telah dihapus untuk meluruskan kasus donasi ke Agus Salem.
Dia berkata, “Saya sangat lelah. Sudah hampir dua bulan untuk mencalonkan diri. Saya telah mengadopsi anak -anak, ODGJ juga dirawat, dan masih ada kegiatan sosial yang perlu dilakukan.”
Seperti diketahui, teh Nawawi adalah cahaya cepat setelah memutuskan untuk berjalan dalam mediasi dengan Agus Salem. Pemilik Organisasi Perawatan Kemanusiaan memilih untuk mengundurkan diri karena ia tidak setuju dengan isi masa kontrak.
Setelah pengacara August Salem, suasana mediasi panas, Farhat Abbas menunjuk ke teh Nawawi dan kelompoknya sehingga pramugari terluka, sehingga pertemuan itu dapat dipilih untuk meninggalkan ruangan.