Jakakarta, Beritasatu.Cadre Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Diane Sandi mencatat bahwa diploma presiden ketujuh, Yoko Vidodo (Yoki), diatur melalui akun media sosialnya (media sosial).

Read More : Ratusan Personel Gabungan Amankan Aksi Nelayan di Kantor KKP

Diane sebelumnya hadir setelah memposting foto ijazah Yoki pada akun X -nya pada 1 April 2025. Kemudian lokasi menyebabkan spekulasi dan berbagai reaksi publik.

Namun, Diane mencatat bahwa pernyataan Presiden Yoki tidak mengajukan pernyataan itu.

“Ini adalah pernyataan yoki yang saya sebutkan. Dia mengatakan langkahnya benar -benar. Itu adalah hukumannya. Klarifikasi setelah pertemuan dengan kuk

Diane menunjukkan, dia bertemu dengan Shokes sekali lagi.

Selama pertemuan, dia hanya meminta maaf dan mendengar banyak cerita dari Yoki.

Read More : Usut Proyek Pengerukan di 4 Pelabuhan, KPK Tetapkan 9 Tersangka

“Tentu saja, ada banyak orang yang diberitahu, tetapi ada orang yang bisa mengatakan, beberapa dari mereka tidak. Masalah diploma adalah apa yang diungkapkan, karena dia melakukan ingatannya, kuliahnya, waktu KC dan istirahatnya,” kata Diane.

Presiden Yoki juga mengatakan bagaimana ada kondisi administrasi di daerah tersebut, seperti Bologna Regans di masa lalu, ia mengatakan itu sangat berbeda dari kondisi saat ini.

“Pada saat itu, Bologna tidak seperti sekarang. Masih ada banyak pembatasan administratif, jadi wajar jika hal -hal tidak secara rinci,” kata Diane, menyebutkan pernyataan Yoki.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *