Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mencanangkan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduk lanjut usia. Hal itu diumumkan pada Konferensi Regional Asia-Pasifik (APRC) 2024 di Bali dalam sidang pleno.
Read More : Kerusuhan di Bangladesh Berlanjut, Rumah PM Sheikh Hasina Dijarah
Tirta Sutedjo, Direktur Pengentasan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Pembangunan Nasional/Bappenas, mengatakan Indonesia telah menyusun rencana transformasi ekonomi untuk mencapai Visi Emas Indonesia 2045.
Ia mengatakan, persoalan perlindungan sosial tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJPN) 2025-2045 yang mencakup peningkatan kualitas hidup penduduk seiring bertambahnya usia penduduk.
Tirta berkata:
Tirta mengatakan Indonesia telah menyusun dan menerbitkan “Peta Ekonomi” tahun 2025-2045. Tujuannya untuk mendukung program perlindungan sosial lanjut usia dan pekerjaan terkait tingkat pelayanan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2025-2029.
“Program ini mencakup pengembangan program dukungan, peningkatan kapasitas masyarakat dalam melindungi dan melindungi mereka yang bekerja di sektor formal dan informal,” ujarnya.
Tirta juga menjelaskan, faktor penting dalam melindungi kesejahteraan lansia adalah kesejahteraan fisik, mental, dan emosional lansia rentan, serta partisipasi aktif dalam masyarakat.
Read More : Pasca-Serangan Iran ke Israel, Kemenlu Sebut Tidak Ada WNI Terdampak
Menurutnya, berbagai program bagi lansia penting untuk menjadikan kesehatan mental dan emosional yang baik menjadi bagian masyarakat, meningkatkan kesehatan fisik, dan mengurangi isolasi.
Selain itu, di hadapan delegasi konferensi dari negara-negara Asia-Pasifik, Tirta menyoroti langkah-langkah penting lainnya yang menunjukkan kesediaan Indonesia untuk melindungi kehidupan para lansia, dan ia yakin hal tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama.
Pada tahun 2021, Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Lanjut Usia yang menjadi landasan berbagai kebijakan dan program terkait lanjut usia.
“Saya berharap bermula dari proses ini, kita dapat memiliki pemikiran yang berbeda-beda untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kebijakan terkait perlindungan lansia di masing-masing negara,” kata Tirta.