JAKARTA, BERITASATU.COM – Mengatakan pemohon untuk gubernur (CAGUB) Jakarta nomor dua dharma pondrun, kenaikan nilai tambah (PPN) 12 persen dianggap mencekik publik dengan peningkatan pajak yang lebih besar.
Read More : Kondisi Terbaru Mahalini Dilarikan ke Rumah Sakit, Netizen Spekulasi Soal Kehamilan
Menurutnya, masyarakat ingin keluarganya hidup dengan baik dan aman. Penduduk Jakarta yang memilih pasangan kandidat (Paslon) dianggap memiliki harapan untuk pemimpin yang berkembang.
“Ini tidak hanya praktis tetapi ditakuti untuk aturan aturan mati lemas. Misalnya, ada kenaikan pajak 12 persen,” kata pemrogrun Dharma kepada jurnalis di Antasari, Gilandak, de Jakarta, Selasa (11/27/2024).
Dharma menjelaskan bahwa pemerintah harus membuat pajak lebih rendah. Tetapi jika pajak PPN adalah 12 persen atau lebih tinggi, itu berarti bahwa orang -orang akan dihancurkan dan menderita karena meningkatnya inflasi.
Sehubungan dengan Jakarta Pilkada 2024, Cagub nomor dua menekankan bahwa mereka akan menerima dengan tulus terlepas dari konsekuensi dari suara yang secara resmi akan dibebaskan. Dia menyarankan kandidat regional teratas yang akan memimpin Jakarta.
Read More : Cedera Terus Membaik, Boy Arnez Siap Tampil di Final Proliga 2024
“Saya berharap seseorang memenangkan pertandingan ini nanti, meninggalkan orang -orang. Lindungi orang -orang, karena hanya itu yang membuat Indonesia menjadi,” katanya.