Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Imigrasi dan Reformasi (Imipas) Agos Andriano mengumumkan program desain paspor Indonesia baru yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas paspor dan peringkat dunia di dunia.
Read More : Pemangkasan Suku Bunga The Fed Dorong IHSG Jumat 8 November 2024 Menguat
Pernyataan ini dikirim oleh Agos. Setelah berpartisipasi dalam migrasi ke -75, Hari Bakti di sebelah timur Plaza, Gloura Bong Carno, Jakarta, Minggu (1/19/2025). Saat ini, paspor Indonesia ada di daftar paspor Henley 2025 di 66.
“Saya berharap inovasi ini dapat kita lakukan dapat meningkatkan kualitas kualitas paspor Indonesia,” kata Agos.
Agos telah mengungkapkan bahwa desain paspor Indonesia baru diharapkan akan dirilis pada 17 Agustus 2025. Paspor ini akan sesuai dengan standar internasional yang ditentukan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
Penjabat Manajer (Akting), Direktur Jenderal Immipas Saffar Mohammad Glam, menambahkan: “Desain paspor baru akan membawa Indonesia dekat dengan penggunaan paspor elektronik.”
“Untuk meningkatkan harga diri internasional di paspor Indonesia, kita perlu mengubah paspor elektronik sesuai dengan standar internasional,” jelasnya.
Safar menjelaskan bahwa rencana paspor baru diharapkan menambah tiga sisi. Pertama -tama, peningkatan kepercayaan internasional adalah penguatan posisi Indonesia melalui paspor berkualitas tinggi.
Read More : Apa Itu Politik dalam Konteks Indonesia? Berikut Penjelasannya
Kedua, ikuti standar ICAO. Paspor baru Indonesia dirancang sesuai dengan standar internasional dengan bahan dan teknologi.
Ketiga, tingkatkan kelincahan di seluruh dunia. Dengan kualitas yang lebih baik, kami berharap negara -negara lain akan memberikan visa gratis untuk pemegang paspor Indonesia.
Peringkat paspor Indonesia dalam indeks paspor Henley telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, pemerintah masih berusaha menjaga paspor Indonesia lebih tinggi dari dunia.
“Paspor yang sejalan dengan standar internasional tidak hanya memfasilitasi pergerakan warga Indonesia tetapi juga meningkatkan citra negara di dunia,” kata Agos.