Jakarta, Beritasatu.com – Pemilik sepeda motor elektronik mungkin akan kesulitan menjual kembali skuter roda dua kesayangannya. Ternyata mencari pembeli atau peminat skuter listrik bekas sangat sulit.

Read More : Ganti Mobil Konvensional ke Mobil Listrik Akan Dapat Subsidi Rp 18 Juta

Meskipun mereka menjual e-bike dengan harga 50% lebih murah dibandingkan saat Anda pertama kali membelinya. Uniknya, meski harga turun drastis, namun masih sedikit masyarakat yang berminat dengan sepeda motor bekas.

Iqbal, pemilik Smoot Tempur di Bintaro, Jakarta Selatan, mengatakan kepada Beritasatu.com, “Saya sudah dua minggu berjualan sepeda motor, telepon saja.” / 5/2024).

Ia mengaku baru dua tahun mengendarai sepeda motor. Ia terpaksa menjual skuter listrik buatan Indonesia tersebut karena suatu alasan.

Saat ini ia menjual Smoot Tempur seharga Rp 9 juta. Harga tersebut lebih murah dibandingkan dengan membeli skuter listrik seharga $18 juta.

Sayangnya, sejauh ini belum ada yang bisa memberikan solusi lengkap, dan hal ini bukanlah hal yang aneh. “Penelepon menawari Rs 6 lakh,” katanya jujur.

Setiadi, warga Podok Ungu Jakarta, punya pengalaman serupa sebagai pemilik sepeda motor listrik Viar Q1. Sejauh ini pihaknya kesulitan menjual skuter listrik buatan Indonesia.

Dia sekarang menjual skuter listrik seharga $6 juta. Harga tersebut turun 50% dari harga pembelian awal sebesar $16 juta.

Dedy Setiadi menjelaskan: “Juga sulit menjualnya karena sekarang sepeda listrik baru sepertinya lebih murah.

Read More : Netizen Sindir Harvey Moeis dan Sandra Dewi Masih Dapat Bantuan Iuran BPJS Kesehatan

E-skuter pada akhirnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan jarak jauh, seperti berbelanja atau mengantar anak ke sekolah, katanya.

Awan Setiawan, Kepala Penjualan dan Pemasaran United E-Motor, mengatakan anjloknya harga kendaraan listrik dan kurangnya minat tidak bisa dihindari. Pasalnya, produsen sepeda motor listrik kalah bersaing dengan produsen sepeda motor berbahan bakar bensin atau konvensional.

“Ada produsen e-bike yang tidak memiliki pabrik, dealer, persewaan, dan showroom sepeda motor bekas sendiri,” ujarnya. Makanya nilai jual kembali sepeda motor itu turun.

Harga skuter listrik anjlok dan tidak ada peminat yang tinggi karena empat kategori di atas kurang mendapat dukungan. Alhasil, dealer e-bike pun menjual skuter listrik kesayangannya.

Menurut Awan Setiawan, hal tersebut bisa diatasi jika produsen e-bike menawarkan opsi buyback. Artinya, produsen e-bike siap membeli.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *