Jakarta, Beritasatu.com – Calon presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump baru-baru ini mengalami penembakan di rumahnya saat kampanye pemilu di Pennsylvania, Sabtu (13/7/2024) pukul 18.15.

Read More : Hadiri Munas Kadin, Prabowo Duduk Diapit Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid

Menurut informasi FBI, Trump menjadi korban upaya pembunuhan. Beruntung dia selamat dan hanya mengalami luka di telinga. Ini bukan kejadian pertama yang menimpa Trump di Amerika.

Penembakan terhadap presiden sudah beberapa kali terjadi. Kepemilikan senjata di AS dibatasi pada orang dewasa. Kepemilikan senjata dijamin dalam Konstitusi, khususnya Amandemen Kedua. Tidak mengherankan jika penembakan di sekolah, di jalanan, dan ruang publik merupakan hal yang lumrah di Amerika Serikat.

Berikut ini adalah serangkaian penembakan yang melibatkan petugas di seluruh Amerika Serikat.

1. Theodore Roosevelt Theodore Roosevelt ditembak saat berkampanye pada tahun 1912. Saat tur di Milwaukee, dia ditembak oleh seorang bartender. Namun Roosevelt beruntung karena salinan pidatonya yang dilipat setebal 50 halaman melindungi tubuhnya dari peluru. Meskipun terjadi insiden tersebut, dia tetap melanjutkan kampanyenya.

2. Abraham Lincoln Kisah penembakan Abraham Lincoln membuat takjub orang-orang di seluruh dunia. Pada malam tanggal 14 April 1865, Lincoln ditembak di bagian belakang kepala oleh John Wilkes Booth yang pro-Union. Penembakan itu terjadi di Ford Theatre di Washington D.C. dengan senapan Derringer kaliber .44.

3. James Abram Garfield Peristiwa ini terjadi pada tanggal 2 Juli 1881 di stasiun kereta api di Washington DC. Dalam kejadian tersebut, Garfield mengalami luka kecil di lengannya dan luka tembak di punggung dari penjahat bernama Charles Guiteau.

Dokter kemudian memeriksa luka Garfield dengan tangan steril. Perawatan kemudian dilakukan oleh Dr. Kebahagiaan tampil. Alexander Graham Bell membantu mencari pecahan peluru di tubuh Garfield menggunakan detektor stainless steel. Namun, Dr. Bliss sebenarnya memasuki mesin dan memerintahkannya untuk memeriksa bagian di satu sisi tubuh saja.

Ternyata ditemukan pecahan peluru di bagian tubuh lain dan Garfield meninggal pada 19 September 1881 akibat perlakuan tidak etis.

4. William Mckinley William Mckinley meninggal saat berpameran di Pan American Exposition di Buffalo, New York. Penembaknya, Leon Czolgosz, ditangkap oleh pengawal presiden, namun pelurunya ditembakkan dan mendarat di perut Mckinley.

Read More : Polrestabes Semarang Ungkap Aliran Dana Judi Online untuk Biayai Operasional Gangster Kota Semarang

Tak lama setelah dia ditembak, Mckinley masih berdiri dan meminta penjaga untuk tidak menyakiti pria bersenjata itu. Namun, pada 14 September 1901, Mckinley diumumkan meninggal karena infeksi perut. Pelaku dijatuhi hukuman mati.

5. John Fitzgerald Kennedy Peristiwa yang menimpa John Fitzgerald Kennedy merupakan upaya pembunuhan Presiden AS yang paling berkesan dan unik. Kennedy ditembak di alun-alun kota Dallas, Texas, saat dia mengendarai mobil terbuka bersama istrinya di sisinya.

Pria bersenjata itu, yang diidentifikasi sebagai Lee Harvey Osward, melepaskan tembakan yang mengenai kepala dan leher Kennedy. Kennedy segera dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan. Sedangkan saat pelaku hendak dijatuhi hukuman, ia ditembak oleh Jack Ruby, seorang pemilik tempat hiburan malam. Penembakan Oswald terjadi dalam siaran langsung yang dapat disaksikan seluruh warga AS.

6. Ronald Reagan Penembakan Ronald Reagan terjadi pada tanggal 30 Maret 1981. Saat ini, Reagan dan Sekretaris Pers Gedung Putih James Scott Brady, yang juga seorang agen Dinas Rahasia dan petugas polisi Distrik Columbia Thomas K. Delahanty, meninggalkan Hotel Washington Hilton.

Tiba-tiba mereka ditembak oleh seorang pria bernama Warnock Hinckley Jr., yang pelurunya hampir menembus jantung Reagan. Reagan selamat dari insiden tersebut, namun Brady meninggal ketika sebuah peluru mengenai kepalanya. Hinckley dinyatakan tidak bersalah karena diduga mengalami gangguan jiwa.

7. Donald John Trump Upaya pembunuhan baru ini terjadi terhadap calon presiden sekaligus mantan Presiden Amerika Serikat, Donald John Trump. Saat berpidato, Trump ditembak di bagian telinga dan langsung dilindungi oleh pengawalnya.

Insiden tersebut menyebabkan satu aktivis tewas dan dua orang yang melihatnya terluka di Butler, Pennsylvania. Penembaknya, Thomas Matthew Crooks, langsung ditembak mati oleh petugas Dinas Rahasia AS.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *