Jakarta, Beritasatu.com – Donald John Trump, calon presiden Amerika Serikat (AS), ditembak pada Sabtu (13/7/2024) saat berkampanye di Butler, Pennsylvania. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.15 waktu setempat.
Read More : Veddriq Leonardo Raih Emas Olimpiade Paris 2024, Netizen: Alhamdulillah Ya Allah
Penembaknya ditemukan tetapi ditembak mati oleh Dinas Rahasia AS. Biro Investigasi Federal (FBI) masih menyelidiki motif di balik kejahatan tersebut. Namun, Trump dikenal sebagai sosok yang kontroversial.
Tak heran jika banyak pihak yang tidak menyukainya, apalagi pembunuhan presiden sudah berkali-kali terjadi di Amerika Serikat. Kontroversi apa yang melibatkan Trump? Berikut penjelasannya.
1. Penantang asal Korea Utara ini sudah lama diketahui aktif di media sosial X. Ia beberapa kali melontarkan cuitan, salah satunya menantang pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Trump mentweet, โKatakan padanya saya punya kunci nuklirnya juga! Tapi negara ini lebih besar dan lebih kuat dari negara Anda, dan tombol saya berfungsi!โ Trump mengatakan AS memiliki senjata nuklir yang lebih besar dan lebih kuat dibandingkan Korea Utara, dan bahwa senjata nuklir AS benar-benar berfungsi.
Kim Jong Un tidak setuju, mengklaim bahwa senjata nuklirnya dapat meratakan seluruh Amerika Serikat, dan segera melakukan uji coba nuklir. Investigasi tersebut menyebabkan gelombang kejutan di Korea Selatan dan Jepang. Akibatnya Korea Selatan dan Korea Utara berpisah, namun Singapura kemudian memisahkannya.
2. Menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel merupakan tanda bagaimana masyarakat memandang Trump terhadap konflik Palestina dan Israel. Dalam pidatonya di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel dan Israel berhak menentukan ibu kotanya. Trump juga berencana memindahkan kedutaan AS ke sana.
Akibat perkataan tersebut, Presiden Palestina Mahmoud Abbas tidak dapat mempercayai AS sebagai perantara perdamaian karena AS secara terbuka pro-Israel.
3. Meskipun Islamofobia sebagai presiden, Trump menerapkan kebijakan untuk melarang pengungsi dari negara-negara Islam seperti Irak, Iran, Suriah, Somalia, Libya, Sudan, dan Yaman. Alasan Trump melakukan hal tersebut adalah untuk menghindari masalah terorisme di Amerika.
Read More : Donald Trump Kecam Joe Biden yang Beri Pengampunan Hukum pada Anaknya
Hal ini langsung membuat marah masyarakat dan organisasi di seluruh dunia. Mereka menganggap hal itu tidak ada hubungannya dengan keamanan nasional, namun malah menegaskan bahwa Trump adalah orang yang tidak menyukai umat Islam.
4. Kasus Rasisme Pada tahun 1973, Trump terlibat kasus rasisme terhadap orang kulit hitam. Bukti yang ditemukan Departemen Kehakiman AS menunjukkan bahwa Trump pernah menolak menyewakan rumahnya kepada orang kulit hitam.
5. Skandal dengan bintang porno Donald Trump pernah menjalin asmara dengan bintang porno Stormy Daniels. Bintang itu membeberkan bukti perselingkuhannya pada tahun 2016. Daniels juga mengaku menerima suap sebesar $130.000 (sekitar Rp 2 miliar) dari mantan pengacara Donald Trump.
Daniels mengatakan hubungannya dengan Donald Trump dimulai pada tahun 2006. Namun Trump membantah hubungan tersebut, dengan mengatakan bahwa pembayaran kepada Daniels adalah untuk menghentikan tuduhan palsu dan sikap diam Daniels yang terus berlanjut. Skandal tersebut menyebabkan Donald Trump resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pada 4 April 2023.
6. Pada tanggal 25 Mei 2017, kontroversi lain dimunculkan oleh Donald Trump terhadap anggota NATO. Dia pernah mengkritik banyak negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) karena tidak memenuhi kewajiban pertahanan bersama dengan membayar kontribusi rutin untuk pertahanan. Dia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan membela sekutu NATO-nya selama mereka menepati komitmennya.