Jakarta, Beritasatu.com – Wakil DPP Bappilu Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengatakan pihaknya belum membahas kemungkinan Presiden ke-7 Joko Widodo bergabung dengan partai bertanda bintang Mercy itu. Kamhar mengatakan, pihaknya masih berupaya untuk mendapatkan hasil pemilu 2024 di Mahkamah Konstitusi.
Read More : Jokowi Ungkap Alasan Senang Berkendara dengan Kawasaki W175 di Setiap Sunmor
โSampai saat ini Partai Demokrat belum membahas hal tersebut, kini mereka sedang memantau proses perselisihan hasil pemilu 2024 yang nanti akan digelar di Mahkamah Konstitusi, karena beberapa di antaranya merupakan kader utama Partai Demokrat. .” kata Kamhar saat dihubungi Beritasatu.com, Kamis (19/12/2024).
Kamhar mengatakan partainya akan menyerahkan segalanya kepada Jokowi terkait langkah politik ke depan, apakah tetap independen, bergabung dengan partai lain, atau membuat partai baru. Ia yakin Jokowi sudah punya opsi langkah politik ke depan.
Kamhar menegaskan, “Kemana Pak Jokowi setelah dipecat PPK? Tentu Pak Jokowi yang tahu betul. Bisa jawab itu.”
Kamhar juga menegaskan, Partai Demokrat menghormati langkah PDK yang mencopot Jokowi dan sebagian jajarannya. Menurut dia, hal itu merupakan kedaulatan masing-masing parpol dalam pelaksanaan mekanisme organisasi, pengelolaan kader sesuai konstitusi masing-masing partai.ย
Di akhir sambutannya, Kamhar mengatakan: โOleh karena itu, kami tidak akan berkomentar lagi atas tindakan dan keputusan PPK terhadap Pak Jokowi dan Mas Gibran, karena itu kewenangan PPK dan penandatangannya. peraturan partai.”
Diketahui, Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi merespons pemecatan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan menantunya Bobby Nasution dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Jokowi mengatakan waktu akan mengujinya.
“Iya saya hormati dan saya tidak dalam posisi membela atau menghakimi karena keputusan sudah diambil. Nanti waktu yang akan menguji. Saya hanya berpikir,” kata Jokowi sambil tersenyum kepada awak media. di rumahnya di Jalan Kutai Utara 1, Sumber, Banjarsari, Solo, Selasa (17/12/2024).
Read More : Apa Itu Efisiensi Anggaran? Ini Penjelasannya
Jokowi pun menegaskan tak ingin bergabung dengan partai lain atau membuat partai baru.ย Jokowi mencatat, pihaknya masih berstatus ‘partai perseorangan’.
Saya sudah umumkan partainya perseorangan, pungkas Jokowi.
PDIP resmi mendepak DPP Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution dari keanggotaan partai, Senin (16/12/2024). Berdasarkan rekomendasi nomor 10/K.E.D-PDIP/X/2024, PDIP memecat Jokowi dan mengangkat Jokowi sebagai kader PDIP yang dilantik sebagai presiden 2014-2019 dan 2019-2024. melanggar peraturan partai AD/2019.
Selain itu, Jokowi dikabarkan melanggar aturan moral dan disiplin partai karena mendukung calon dari partai lain.