Pekanbaru, Beritasatu.com – Ribuan mahasiswa asal Riau (Uni) semakin menunjukkan persatuan dan solidaritasnya terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Biaya Pengembangan Institusi (IPI). Aksi unjuk rasa digelar di depan gedung pastoran pada Selasa (14/5/2024).
Read More : Cegah Lonjakan Kematian Jemaah Haji, Menko PMK Pastikan Faskes Siap
Pekerjaan ini dilakukan berdasarkan laporan Unari Kharik Anhar, mahasiswa Departemen Pertanian. Dia diberitahu oleh Rektor Unri Sri Indarti karena memfitnah Polres Riya.
Demonstrasi nyaris berakhir ricuh. Sebab, ribuan mahasiswa terpaksa mendatangi gedung Rektor untuk menemui Rektor. Meski dijaga ketat oleh pihak keamanan dan polisi, namun banyaknya orang membuat keamanan di gerbang pastoran memperbolehkan mahasiswa untuk masuk.
Kebanyakan dari mereka memasuki gedung pastoran. Terakhir, setelah bertemu dengan rektor, mahasiswa yang hadir meminta rektor untuk menandatangani pernyataan dan persetujuan.
Salah satu tuntutan mahasiswa adalah kebebasan berekspresi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Rektor dan himpunan kemahasiswaan Universitas Rhea sepakat bahwa pemberlakuan UKT tidak mencabut peraturan yang sudah ada. Namun hal ini sesuai dengan kesepakatan pihak Inggris dan IPI dalam pertemuan dengan para dekan universitas tersebut, “Kata Pak. Membalikkan.
Namun menurut Pak Inderti, jika ada masyarakat yang berkeberatan maka pihak pastoran akan membuka ruang pemeriksaan ulang.
“Rektor menjamin kebebasan berekspresi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta menyempurnakan sistem digitalisasi Inggris pada situs pendaftaran,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi demonstrasi diawali oleh seorang mahasiswa Unri yang melapor ke Polda Rhea karena diduga mencemarkan nama baik Rektor Unri Profesor Shri Indrathy. Kejadian itu bermula dari unggahannya yang membeberkan biaya masuk beberapa dosen Unri. Di akhir postingannya, ia menulis bahwa Rektor Unri Sri Inderti adalah seorang ‘broker pendidikan’.
Tak senang disebut sebagai “broker pendidikan” dan merasa nama baiknya dihina, Profesor Shri Inderti Rhea melapor ke Polda. Menindaklanjuti laporan tersebut, Dittlrim Polda Rea memeriksa saksi, jurnalis, dan terlapor.
Read More : Jessica Iskandar Merasa Mudah Lelah pada Kehamilan Ketiga
Alasannya (unggahan, Red) bukan urusan universitas dan kebebasan berekspresi. Jadi ,” kata yang bersangkutan kepada rektor. menyerang Naam yang mengatakan dia adalah seorang germo di universitas.”
Namun beberapa hari setelah membuat laporan, Pak Inderti akhirnya mencabut laporannya ke Polres Riya.
Pak Inderti didampingi kuasa hukumnya mengatakan kepada wartawan, dirinya datang untuk mencabut laporan unggahan akun TikTok @aliansimahasiswapengplaint.
Klarifikasi Pak Inderti, “Tadi saya mencabut keterangan saksi Kharik Anhar dan kasusnya sudah selesai dan tidak perlu ada kontroversi lebih lanjut.
Pak Inderti menjelaskan, awalnya dia tidak mengetahui bahwa pemilik akun tersebut adalah seorang mahasiswa. Postingan kali ini tentang mahalnya biaya kuliah tunggal (UKT) di universitas
“Yang jelas kasusnya sudah selesai. Saya berharap para pelajar bisa belajar dengan baik karena mereka adalah harapan negara,” ujarnya.