Yogyakarta, Beritasatu.com – Pada Jumat (31/5/2024) di halaman Gedung Pusat UGM, mahasiswa Universitas Gadja Mada (UGM) menuntut penghapusan biaya pendaftaran atau Biaya Pengembangan Institusi (IPI).
Read More : Wisata Alam Bernuansa Perdesaan di Sleman Bikin Penasaran
Para pengunjuk rasa menolak untuk dibubarkan oleh petugas keamanan kampus dan bersikeras untuk tetap tinggal. Petugas berencana membubarkan mahasiswa karena halaman gedung induk UGM akan digunakan untuk memperingati Hari Lahir Pancasila besok 1 Juni 2024.
Terjadi konflik antara siswa yang tinggal di tenda dengan guru yang berusaha memisahkan siswa karena sedang digunakan tempat upacara.
Terkait situasi yang memanas, Sekretaris UGM Andy Sandy mengatakan, kekerasan terjadi saat aparat keamanan kampus berusaha membubarkan mahasiswa karena lahan akan digunakan untuk gladi bersih.
โSebelumnya sempat terjadi kekerasan antara teman-teman K5L dengan mahasiswa keamanan UGM, namun sudah berkurang. Karena besok pukul 07.00 tempat itu akan digunakan untuk perayaan Hari Lahir Pancasila, kami minta teman-teman tersebut untuk masuk.โ 31/5/2024).
Read More : Ini 9 Program Unggulan Gunungsitoli yang Diajukan kepada BRIN
Menurut Sindi, UGM telah berusaha memenuhi tuntutan mahasiswanya, namun semua itu tidak bisa dilakukan oleh UGM, terutama mengenai peraturan kementerian karena merupakan kewenangan Kementerian Pendidikan.
Hingga malam ini, para mahasiswa masih berdiri di halaman gedung utama UGM dan tak mau bubar. Seperti diberitakan sebelumnya, mahasiswa UGM melakukan aksi protes dengan mendirikan tenda di halaman gedung induk UGM. Mereka menuntut UGM membebaskan biaya inisiasi atau IPI.