Jakarta, Beritasatu.com – Ganda campuran Indonesia Dejan Ferdinandsiah/Gloria Emanuelle Vidjaya akan menghadapi rekannya Rinov Rivaldi/Pita Haningtias Mentari di perempat final Malaysia Masters 2024.
Read More : Timnas Voli Putra Optimistis Kembali Juara SEA V League 2024
Dejan/Gloria bertemu Rinova/Pete usai sukses mengalahkan duo China Cheng Mud pada Kamis (23/05/2024).
“Besok kita ketemu lagi sama Rin/Tari. Kami akan melakukan yang terbaik. Kami ingin mengakhiri kekalahan ini. Semoga bisa menang, kata Gloria usai merebut tiket ke babak perempat final.
Gloria berharap semuanya akan berjalan baik besok. Mereka perlu menjaga performa bagusnya agar siap bertarung lagi di final.
Soal laga babak 16 besar dengan pemain baru China, Dejan/Gloria mengakui pemain Indonesia Dejan Ferdinandsiah dan Gloria Emanuelle Vidjaya kurang bermain bagus di set pertama. – (Humas PBSI/Humas PBSI)
Namun, kata Dejan, seiring berjalannya pertandingan, ia mulai belajar cara bermain. Selain itu, Gloria juga mulai merasa nyaman bermain. Itulah kunci kemenangan Dejan dan Gloria.
“Meski menang, saya masih belum puas dengan permainan kami. Jabat tangan kami tidak bagus. Jadi awalnya kami fokus pada permainan kami. Alhamdulillah kami berhasil menang dan masuk ke babak 16 besar, tambah Gloria.
Dari tujuh wakil Indonesia, empat berhasil melaju ke babak perempat final kompetisi BVF Super 500.
Dejan/Glorua gagal, disusul lagu wanita Esther Nurumi Tri Vardoio. Jejak Chico Aura Kedua kakak beradik Wardojo itu terhenti setelah ia menyerah kepada Wang Zhi Ji dari China, 21-10 dan 21-11.
Diakui Esther, faktor terbesar kekalahannya dari unggulan kedua adalah karena tidak menghormati Esther Nurumi Tri Wardoyo. – (Humas PBSI/Humas PBSI)
Read More : Susunan Pemain Piala Asia U-23, Australia vs Indonesia
Menurut Ester, pada gim pertama sebelum waktunya ada beberapa poin yang menguntungkannya, namun wasit mengoreksinya.
“Sejak saat itu, emosiku meningkat dan membuatku tidak terlalu banyak berpikir.” Saya kehilangan konsentrasi. “Pertandingan ini juga kacau,” tambahnya.
Hal serupa kembali terjadi pada babak kedua, ketika hakim kembali mengoreksi keputusan Esther. Namun, alih-alih menerima keadaan ini, hal itu justru membuat pikirannya mengecil.
“Hal yang sama terjadi pada game kedua. Ada tujuan yang ditetapkan oleh pemiliknya. Saya harus bisa menerima keadaan ini. “Namun sejak pertama kali saya temui, kejadian ini membuat pikiran saya bingung dan pikiran saya terfokus,” bunyi lagu wanita yang menduduki peringkat 37 dunia itu.
Meski demikian, Esther juga mengakui Wang bermain bagus dan memiliki pertahanan yang kuat.
“Harus diakui musuh bermain bagus dan eksekusinya sulit. Dia memiliki pukulan yang bagus. “Saya bisa mengimbangi kecepatannya, tapi saya tetap bermain pelan,” kata pemain kelahiran Jayapura itu.