JAKARTA, Beritasatu.com – Dealer mobil di China membukukan total kerugian sebesar 138 miliar yuan ($19,6 miliar), atau sekitar 297 triliun rupiah, antara Januari hingga Agustus 2024. Kerugian ini disebabkan persaingan harga yang semakin ketat.
Read More : Mahasiswa di Kota Pekanbaru Diciduk, Ribuan Pil Ekstasi hingga Sabu-Sabu Disita
Berdasarkan laporan Nikkei Asia pada Jumat (27/9/2024), berdasarkan data China Automobile Dealers Association (CADA), banyak diler yang mengalami kerugian besar dan kesulitan mempertahankan operasionalnya.
Persediaan kendaraan yang tinggi memaksa dealer untuk menimbun persediaan karena lemahnya daya beli konsumen dan tekanan dari produsen mobil. Menurut laporan CADA, dealer yang kekurangan dana terpaksa menjual mobil dengan diskon besar-besaran.
โPerang harga ini menyebabkan banyak dealer menjual mobil di bawah harga pasar, sehingga semakin banyak mereka menjual, semakin besar kerugiannya,โ kata laporan itu.
CADA juga menyarankan perlunya bantuan keuangan dan insentif tambahan bagi pembeli mobil untuk menghidupkan kembali pasar. Laporan tersebut meminta pemerintah untuk mengarahkan lembaga keuangan untuk memberikan pinjaman kepada dunia usaha.
Read More : Masjid Tua Al-Alawi Kediri, Warisan Sejarah Islam sejak Abad ke-17
โKerja sama antara pemberi pinjaman dan dealer mobil membantu menstabilkan kondisi pasar,โ kata laporan itu.