Madrid, Beritasatu.com – Bek Bayern Munich Matthijs de Ligt mengatakan sang gelandang meminta maaf kepadanya karena mengibarkan bendera offside sebelum menyamakan kedudukan pada semifinal Liga Champions, Rabu (8/8/2024).
Read More : WNI Tewas dalam Kecelakaan Kapal Nelayan di Korea Selatan
De Ligt mencetak gol di masa tambahan waktu untuk menjadikan skor 2-2 dan kemungkinan akan membuat pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu di Santiago Bernabeu. Namun gol tersebut dianulir karena wasit meniup peluit di pinggir lapangan untuk mencegah pertandingan berakhir.
“Kiper berkata kepada saya, ‘Saya minta maaf, saya melakukan kesalahan,’” kata De Ligt setelah kekalahan 2-1 Madrid.
Perselisihan muncul di penghujung pertandingan antara Madrid dan Munich. Para pemain Munich memprotes sang gelandang yang dikeluarkan dari lapangan setelah Matthijs De Ligt mencetak gol.
Pensiunan itu mengibarkan bendera offside agar wasit meniup peluitnya. Kedua pemain Madrid itu berhenti bereaksi tanpa mengikuti pergerakan De Ligt. Hal ini memudahkan Thomas Muller mengarahkan bola ke arah De Ligt. Kiper Andriy Lunin tak berusaha menyelamatkan tembakan De Ligt usai peluit berbunyi. Memang, bek Noussairs Mazraoui dan De Ligt berkompetisi di pertandingan ulangan.
Namun, beberapa detik sebelum bola mengenai De Ligt, wasit Szymon Marciniak sudah lebih dulu meniup peluit tanda offside.
“Apakah itu offside atau tidak, saya tidak tahu, VAR bisa memeriksanya, tetapi jika Anda tidak memeriksanya, bagaimana Anda bisa melihatnya?” “Memalukan,” kata pemain asal Belanda itu.
VAR juga berperan dalam menganulir gol Madrid pada menit ke-71 setelah bek Nacho Fernández melakukan pelanggaran terhadap Joshua Kimmich. Joselu menyamakan kedudukan pada menit ke-88 setelah kesalahan yang dilakukan kiper Manuel Neuer.
Pelatih Madrid Carlo Ancelotti mengatakan pemain bertahannya dihentikan setelah peluit berbunyi ke gawang De Ligt.
Read More : Rangkaian Turnamen BWF dan Kiprah Pebulu Tangkis Indonesia
“Permainan terakhir sudah jelas, wasit meniup peluit dan kami berhenti,” katanya.
“Wasit ini sangat bagus, dia menjadi wasit di final Piala Dunia. Mereka mengeluhkannya dan kami mengeluh karena gol Nacho tidak tercipta. Kimmich menjatuhkan dirinya ke tanah,” tambah pelatih asal Italia itu.
Wasit pertandingan tersebut adalah Szymon Marciniak yang memainkan final Piala Dunia 2022 antara Argentina dan Prancis di Qatar.
Pelatih Bayern Thomas Tuchel menyebut keputusan hakim garis dan wasit itu buruk.
“Pada akhirnya, dia merasa dikhianati dengan keputusan ini. Kondektur meminta maaf. Itu tidak membantu,” katanya.