Ternate, Beritasatu.com – Seorang pria yang mengaku anggota TNI viral di media sosial, menipu warga Kabupaten Halmehra Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Read More : Kota Tua Jakarta Dipadati Pengunjung di Libur Iduladha

Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat seorang pria berkaus oblong dan bertopi kamuflase berusaha membujuk Kupal, warga Halmehera Selatan, bernama Sofyan. Ia meminta Sofian menjual mobilnya dan mentransfer uangnya.

Pria tersebut dengan meyakinkan meyakinkan warga bahwa Kodim 1501 adalah anggota TNI yang bertugas di Ternet. Aksi penipuan TNI abal-abal ini terekam masyarakat dan kemudian disebarkan di media sosial.

Untuk mencegah hoax serupa, Komandan Kodim (Dandim) 1501/Ternet Kolonel Arm Aditya Nurtono saat ditemui Beritasatu.com di kantor Makodim Ternet mengatakan pria dalam video viral tersebut bukan anggota TNI. Kode saya 1501 di Ternate, tapi itu TNI palsu.

“Video viral tersebut bukan anggota Kodim 1501 Ternet. Oknum tersebut menggunakan identitas prajurit Kodim 1501 Ternet untuk tujuan yang salah,” kata Aditya Nurtono, Sabtu (13/7/2024).

Menurut Nurtono, setelah video penipuan TNI palsu itu viral, pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk mendapatkan pesan dari warga yang menjadi korban. Namun polisi belum menerima laporan apa pun dari para korban penipuan ini.

“Saya sudah sepakat dengan Kapolres untuk mencari tahu apakah ada laporan penipuan yang dilakukan pelaku dalam video tersebut, namun sejauh ini belum ada laporan. Saya berharap pihak korban atau korban segera melaporkan hal tersebut ke pihak terdekat. , “katanya.

Read More : Jadwal Bola Live Malam Ini: Dari Timnas U-17 sampai Nasib MU di Europa

Nurtono mengetahui penipuan TNI palsu ini sudah berlangsung lama. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah tertipu dengan tindakan yang mengatasnamakan aparat TNI.

“Sesuai catatan staf saya, ada penipuan serupa dengan cara dan pengakuan yang sama beberapa waktu lalu. Sudah lama terjadi,” imbuhnya.

Ia pun menginstruksikan jajarannya untuk menelusuri keberadaan TNI gadungan tersebut agar bisa segera ditangkap dan masyarakat tidak kembali terjerumus ke dalam penipuan tersebut. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *