Sleman, Beritasatu.com – Pondok Pesantren Ora Aji pimpinan Gus Miftah tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama Islam namun juga memberikan dampak besar bagi masyarakat setempat. 

Read More : Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Rp 1.000 Per Gram

Pesantren yang berlokasi di Desa Tundan Purwomartani Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi magnet yang membawa manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Evi, salah satu warga Tanah Air yang sudah dua tahun membuka restoran, mengaku keberadaan Pondok Pesantren Ora Aji memberikan pengalaman positif. “Iya, dampaknya sangat positif bagi masyarakat sekitar,” kata Evi kepada Beritasatu.com, Kamis (24/11). Jika sesuatu terjadi di sini, masyarakat lokal dapat meningkatkan pendapatan mereka.”

Menurut Evi, selama ini pelanggan di tokonya adalah mahasiswa pemukiman Islam, tetangga sekitar, dan masyarakat lalu lintas.

Sebagai seorang publik figur, Gus Miftah kerap mengadakan acara pembacaan besar-besaran dan kegiatan keagamaan di pesantrennya. Upacara ini kerap mempertemukan ratusan hingga ribuan umat dari berbagai daerah. Kerumunan tersebut menciptakan pasar yang ramai, di mana penduduk setempat dapat menjual produk mereka dan menyediakan tempat parkir dan toilet umum.

“Ketika mereka mujahadah, (masyarakat) membantu taman, maka semua pendapatan dari taman akan masuk ke masyarakat karena itu syarat sekolah Islam”.

Read More : Kilas Balik Darurat Militer hingga Presiden Korea Selatan Dimakzulkan

Yanti yang sudah 22 tahun tinggal di kawasan itu mengaku, Pondok Pesantren Ora Aji tidak menutup kemungkinan akan membantu meski berbeda agama. “Mereka baik sekali, saat Natal mereka suka memberi bunga ke gereja, mereka juga suka membantu gereja kami saat Natal atau Paskah,” ujarnya.

Selain efisiensi ekonomi, masyarakat setempat juga memperoleh manfaat dari segi sosial dan spiritual. Pondok Pesantren Ora Aji dibawah kepemimpinan Gus Miftah telah banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya para pelaku usaha. Kehadirannya tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama tetapi juga menjadi sumber pemberdayaan ekonomi dan sosial. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *