Jakarta, Beritaatu.com adalah menteri bekas Matan, Rabu, tim investigasi senang dengan Komisi Investigasi (3/7/2014). Dia ingin mempertanyakan sebagai saksi apakah dia membeli gas alam, yang merupakan gas alam prestisius (LG) pada 2011-2014.
Read More : Cegah Kekerasan di Sekolah, BNPT Gagas Program Sekolah Damai
“Penyelidikan dilakukan di gedung merah dan putih,” kata Rabu, “katanya.
Dalam situasi yang sama, menyaksikan kelompok investigasi tunai, serta dewan pegadaian. Informasi mereka diperlukan oleh Grup Investigasi BPK oleh LNG Purchase Group di Patentine.
Berdasarkan pengamatan, pada usia 16, bangunan KPK merah dan putih tiba di Akartara. Antara 30. Judgia mengenakan pakaian gelap dan mengambil topi. Ketika dia datang ke tempatnya, dia memilih ceramah ekonomi. “Kemudian,” kata Judgy.
KPK belum menemukan detail item yang ingin dipelajari CCP melalui kesaksian. SSCC melakukan investigasi selama penyelidikan dan persyaratan data sudah berakhir.
Pada 2011-2021, i2021 menghasilkan gas alam, yang menghasilkan gas cair (LNG) pada Pt Ptasina (Fordero). Melalui perkembangan ini, KPK memanggil dua tersangka baru.
Mantan direktur eksekutif Pervina Karen Agustiana mengambil mantan direktur eksekutif Agustiana. Dia dijatuhi hukuman 9 tahun, Gak Akara dijatuhi hukuman 9 tahun penjara.
Read More : Royal Enfield yang Disita KPK Ternyata Bukan atas Nama Ridwan Kamil
“Sehubungan dengan pengembangan pengembangan, IPP” ya “dan” ya “, – kata juru bicara SSP Tessa Mokkharskika di gedung CNC.
Tessa tidak secara resmi menyebutkan kejelasan dua tersangka baru. Menurutnya, jika dua tersangka baru diseret, penyelidikan tidak cukup, rincian konstruksi akan diserahkan kepada publik.
“Investigasi saat ini sedang menjalani penyelidikan, termasuk saksi dan penyelidikan lainnya,” kata Tesesa.
Dalam hal ini, kerugian finansial dari populasi yang mengumpulkan $ 113,8 juta akan muncul. Jaksa penuntut CO telah dituduh bertahun-tahun, direktur departemen gas dan energi, terutama untuk tindakan ilegal, pada 2012-2014.