Jakarta, Beritasatu.com – Selebritis yang merupakan pegawai utusan presiden Raffi Ahmad kerap mendengar cerita masyarakat di Kabupaten Bandung Barat yang mengeluh tidak bisa menonton film Indonesia karena tidak ada bioskop.

Read More : Jay Idzes Masuk Skuad Lawan Monza di Serie A, Pelatih Venezia Bertekad Putus Tren Negatif

Meski peminat film Indonesia sudah melampaui film luar negeri, namun jumlah bioskopnya masih belum sebanding. Artinya, masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut masih belum bisa menonton film Indonesia di bioskop.

“Saya baru pulang dari Bandung lalu berangkat ke Bandung Barat. Di sana (Bandung Barat) belum ada bioskop jadi masyarakat Bandung Barat untuk bisa menonton bioskop harus menempuh perjalanan sekitar dua jam ke Kota Bandung dan itulah yang benar. .” Masyarakat mengeluh,” kata Rafi Ahmad kepada awak media di Gedung Kementerian Kebudayaan, Selasa (25 November 2024).

Melihat fenomena tersebut, Rafi Ahmed langsung berkonsultasi dengan Kementerian Kebudayaan mengenai hal tersebut. Kementerian Kebudayaan mendapat tanggapan cepat dari konsultan yang bermitra dengan swasta untuk membuka bioskop baru di 17 kota/kabupaten.

“Untungnya responnya cepat sehingga mampu membawa angin segar bagi mereka yang kekurangan bioskop karena semangat para sineas muda dalam membuat film,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha berharap bioskop yang diresmikan pada 5 Desember 2024 ini bisa menjadi pusat kebudayaan baru untuk memperkenalkan budaya kota dan kabupaten tempat bioskop dibuka.

Read More : Kadin Indonesia Ingin Dilibatkan dalam Satgas Hilirisasi

“Saya juga mohon bantuannya, tempat ini (Bioskop) akan dijadikan pusat kebudayaan, seniman, pelukis, penari akan ada tempat untuk menampilkan karyanya,” imbuhnya.

Mudah-mudahan harga sewanya murah. Yang penting teater itu hanya menayangkan film-film Indonesia. Jadi, sineas kita punya tempat di negara kita, ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *