MADRID, Beritasatu.com – Kapten Timnas Spanyol Alvaro Morata dan wakilnya Rodri terancam skorsing dua pertandingan karena bernyanyi saat perayaan kejuaraan Euro 2024 saat tim Matador mengucapkan selamat kepada fans usai menjuarai Euro 2024.

Read More : Prediksi Susunan Pemain Borussia Dortmund vs PSG di Semifinal Liga Champions

Morata dan Rodri kedapatan menyanyikan “Gibraltar of Spain” saat berkumpul di Siebels Square, Senin (15/7/2024) malam.

Insiden tersebut menimbulkan reaksi keras dari Asosiasi Sepak Bola Gibraltar (GFA). Mereka mengajukan keluhan dan UEFA menunjuk Komite Peninjau Etika dan Disiplin untuk menyelidiki insiden tersebut. Dua pemain kunci tim Spanyol akan dilarang tampil dalam dua pertandingan jika UEFA menganggap mereka melanggar aturan pidato politik.

Jika diskors, Morata dan Rodri akan melewatkan dua pertandingan Spanyol di babak penyisihan grup UEFA Nations League melawan Serbia dan Swiss pada bulan September. Morata memegang jabatan kapten dan menjadi pilihan nomor satu pelatih Luis de la Fuente di posisi tengah, sementara Rodri adalah pemimpin lini tengah dan pemain terbaik Euro 2024.

Gibraltar adalah salah satu dari 14 wilayah seberang laut yang terletak di ujung selatan Semenanjung Iberia. Memiliki luas 6,7 km2 dan berbatasan dengan Spanyol di utara.

Kedaulatan Gibraltar menjadi sumber perselisihan dalam hubungan Inggris-Spanyol, ketika Spanyol menegaskan klaimnya atas wilayah tersebut. Warga Gibraltar menolak usulan Spanyol untuk memiliki pemerintahan sendiri pada referendum tahun 1967 dan memilih kemerdekaan pada referendum tahun 2002.

Read More : Kemenko PMK Tindak Lanjuti Atlet Timnas Indonesia Tak Ada Biaya

Namun, Gibraltar mempertahankan hubungan ekonomi dan budaya yang erat dengan Spanyol.

Sebelumnya, bek tim nasional Turki Merih Demiral juga dilarang bermain dua pertandingan karena mengenakan simbol “serigala abu-abu” milik kelompok ekstremis Gerakan Nasional saat merayakan gol kemenangan melawan Austria.

Kemudian gelandang Inggris Jude Bellingham juga dilarang bermain satu pertandingan karena perilaku tidak pantas setelah mencetak gol ke gawang Slovakia.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *