Jakarta, Beritaseatu.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) membayangkan iklim di beberapa kota penting di Indonesia, akan sedikit hujan pada hari Selasa (28/2025). Direkomendasikan bahwa beberapa area menyadari potensi petir dengan petir dan efek waktu ekstrem lainnya.
Read More : 30 Ucapan Hari Kebangkitan Nasional
Prakirawan BMKG, Yohanes AK mentransmisikan ramalan cuaca ke berbagai daerah di Indonesia, dari Pulau Sumatra.
“Sedikit hujan diperkirakan akan menyingkirkan Aceh, Medan, Tandzhung Pinang, dan Padang. Sementara itu, disarankan agar orang -orang mengetahui petir kilat,” katanya.
Hujan ringan juga dievaluasi di Benkulu, Palembang dan Pangkal Pinang. Namun, potensi hujan kilat adalah Jambby dan Bandar Lampung.
Di Java, hujan ringan diperkirakan akan mencapai Jakarta, Bandung, Semarang, Yogikarta, dan Surabaya. Namun, Kota Seran diharapkan mengalami hujan dengan kilat.
Untuk Bali dan Nusa Tengara di Mataram, iklim awan tebal diharapkan, hujan di Denpasar dan petir di Kupang.
Potensi hujan ringan diperkirakan akan muncul di Pontianak, sementara petir kilat diperkirakan akan mencapai desa Tandjung, Palangkaraya, Samarinda dan Banjarmasin.
Di Pulau Sulawesi, hujan ringan memiliki potensi untuk memproduksi -di Macassar, Palu dan Gorontalo. Kendari diharapkan mengalami curah hujan sedang, sementara Lightning Rain kemungkinan akan muncul di Mamju dan Manado.
Read More : KSP: Negara Hadir untuk Buruh yang Terkena PHK
Iklim di Indonesia timur saat ini, seperti kota Manokari, diperkirakan akan mendung sementara kota Jayapura menghadapi potensi kabut atau asap.
Diharapkan bahwa hujan ringan adalah Ambon, Ternat, Sorong dan Jayaia. Hujan sedang kemungkinan akan muncul dalam kelinci sambil merekomendasikan wilayah Merauk untuk terbiasa dengan hujan kilat.
BMKG juga mengingatkan publik tentang potensi banjir pasang surut di berbagai daerah pesisir, yaitu Kepulauan Riau, Jamby, Bangka Belitung, Sumatra Barat, Banthin, Jakarta del North, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat dan Nedreni Kalimantan.
BMKG juga telah meminta pemantauan masyarakat tentang potensi meteorologi ekstrem yang mungkin terjadi di Indonesia saat ini.