Bandung, Beritasatu.com – Kurikulum Film dan Televisi Fakultas Pendidikan Seni dan Desain (FPSD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Jawa Barat menggelar acara Cinefuture 2024 yang digelar di gedung baru FPSD selama lima hari berturut-turut.
Read More : PPN 12 Persen Mulai Januari 2025, Komisi XI DPR: Jika Tak Naik Langgar Undang-Undang
Acara Cinefuture diselenggarakan oleh Program Studi Film dan Televisi FPSD UPI Bandung dan dibuka langsung oleh direktur FPSD pada Senin (9/12/2024) dan akan ditutup dengan pameran dan simposium pada Jumat (13/12/). 2024).
“Cinefuture 2024 merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggarap masa depan industri perfilman, dan tahun ini adalah eksplorasi tubuh perfilman,” kata Dekan FPSD UPI Bandung Yudi Sukmayadi, Senin (9/12/2024).
Sementara itu, Ketua Pelaksana dan Pengajar Program Pelatihan Sinema dan Televisi FPSD UPI Bandung, Dedi Varsana menjelaskan, Cinefuture 2024 merupakan rangkaian acara yang meliputi workshop, pameran, dan simposium. Ajang ini merupakan ajang terkini dalam dunia perfilman film sebagai media karya seni, yang disajikan dalam bentuk penyajian film dengan tema “Tubuh Sinematik” dan juga dalam pameran “Representasi Tubuh dalam Sinema”. Simposium.
“Kami mencoba membongkar tubuh sinema, apa itu sinema, apa itu film, dan hubungannya dengan tubuh, karena tubuh sinema penting untuk kita pelajari agar kita bisa memaknai film secara utuh,” kata Dedi. .
Karya-karya yang ditampilkan dalam pameran ini seluruhnya merupakan karya mahasiswa UPI. “Hampir semua karyanya berbasis film, dan hampir semua karya yang ditampilkan di sini adalah milik mahasiswa Prodi Film dan Televisi UPI khususnya Kelas 22,” ujarnya.
Kemudian, guru film film eksperimental program studi film dan televisi FPSD UPI Bandung, Eric Muhammad Pauhrizi mengakui, peristiwa ini menjadi awal dan lahirnya sinema Indonesia yang lebih cerdas dari segi lokasi dan metode eksperimental yang digunakan. sebagai dasar untuk mencoba menjawab kebutuhan sinema.
Read More : Ketum IKA UPI Enggartiasto Lukita Ajak Alumni Tingkatkan Kompetensi Diri
“Salah satu tren seni di sinema modern adalah menilai sesuatu yang tidak terjadi di industri dan mempunyai peluang,” kata Eric.
Diakui Eric, perkembangan film eksperimental di Indonesia saat ini belum terlalu besar karena pasarnya kecil. Padahal, jika melihat sejarah film eksperimental atau yang disebut seni avant-garde, sudah terjadi lebih dari 100 tahun.
“Oleh karena itu, penting untuk menggalakkan dan memasyarakatkan film eksperimental di industri maupun perfilman di tingkat nasional,” tutupnya.
Acara Cinefuture PFSD UPI 2024 ini merupakan salah satu langkah penyegaran bagi mahasiswa Program Studi Film dan Televisi UPI yang tergabung dalam Seniman Gambar Bergerak untuk memahami pentingnya tubuh sebagai pusat film sebagai sebuah karya seni.