Jakarta, Beritasatu.com – Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie mengaku kondisi lapangan berdampak pada kemenangannya atas Rasmus Gemke pada final 162 China Open 2024, Kamis (18/04/2024).

Read More : Langsung Dapat Perunggu Olimpiade Paris, Gregoria: Ini Bukan Cara Dapatkan Medali yang Saya Mau

Dalam pertandingan di Olympic Sports Center Gymnasium, Changzou, China, unggulan kedelapan itu menang 22-20, 21-18. Ia berhasil mencapai babak 16 besar setelah berjuang selama 55 menit.

Pada laga babak 16 besar, ia akan menghadapi pemenang Toma Popov Junior dari Prancis dan wakil Malaysia Leong Jun Hao. 

“Satu hal yang tampaknya lebih penting dalam kemenangan hari ini dibandingkan pertemuan pekan lalu di Hong Kong Open adalah kondisi lapangan. Anginnya lebih kencang, jadi strategi dan gaya bermainnya harus berbeda,” kata Jojo usai pertandingan. memenangkan Gemke.

Sebagai petinju berusia 27 tahun, lawan-lawannya pun mencoba menggunakan strategi berbeda, namun Jojo mampu menebak dan menang.

“Di game kedua, kerja saya di lapangan lebih efektif, tapi Gemke sempat beberapa kali mengontrol permainan, makanya saya sedikit takut. Untung saya bisa bersabar dan kembali,” jelas All 2024. Juara Inggris.

Read More : Euro 2024: Susunan Pemain Inggris vs Slovakia

Jojo juga menegaskan, pada poin 18-16 Gemka melakukan pukulan dua kali dan itu sangat jelas terlihat. Wasit menunjuk Jojo, dan pemain ke-27 itu tidak protes.

“Potensi bertanding melawan Lei Lan Xi di perempat final? Saya belum kepikiran, fokus saja ke babak 16 besar besok, ujarnya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *